1.000 Mangkuk Mie Ayam Gratis Ludes di Semarang

1.000 Mangkuk Mie Ayam Gratis Ludes di Semarang

- detikNews
Selasa, 17 Jan 2006 18:54 WIB
Semarang - Boleh dibilang untuk saat ini kampanye antiformalin sudah agak telat. Tapi hal itu tetap penting dilakukan. Karenanya, pedagang mie ayam di Semarang menggratiskan 1.000 mangkuk mie ayam. Wuih sedapnya!Kampanye antiformalin digelar di samping Gedung Soenardi, Universitas Diponegoro, Jl Hayam Wuruk, Semarang, Selasa (17/1/2006).Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Komunitas Pengusaha Mie Ayam Kota Atlas Semarang (Kopemitas), Mahasiswa Ilmu Gizi FK Undip, dan perusahaan Mie Sriboga.Sejak pukul 11.00 WIB, mie ayam gratis diserbu ratusan mahasiswa. Sebanyak 15 pedagang tampaknya tak mampu melayani, sehingga mahasiswa harus rela antre dan berkerumun di sekitar gerobak pedagang.Puluhan meja juga tak mampu menampung peminat mie ayam. Alhasil, mereka pun makan sambil duduk-duduk di sembarang tempat di sekitar lokasi. Bahkan ada yang berdiri seperti sedang mengikuti standing party.Ketua Kopemitas Sugiyanto menyatakan, acara itu memang sengaja digelar untuk menepis anggapan bahwa semua mie ayam menggunakan formalin. "Terus terang, pemberitaan seputar formalin membawa dampak yang sangat serius pada usaha kami," katanya.Diakui Sugiyanto, setelah ada pemberitaan soal formalin, omzet penjualannya turun drastis. Ia menyebut penurunan keuntungan itu mencapai 30-50 persen."Kalau kami tidak kampanye mie ayam bebas formalin, usaha kami bisa bangkrut. Padahal sejak dulu sampai sekarang, kami tidak memakai formalin. Kami memproduksi sendiri mie sebelum diolah menjadi mie ayam kok. Tanpa tambahan zat-zat berbahaya," katanya meyakinkan.Untuk memudahkan pelanggan, anggota Kopemitas menandai gerobaknya dengan stiker bertuliskan "Mie Sehat". Di bagian lain, mereka juga menempeli stiker dengan tulisan "Mie ayam tanpa formalin".Kampanye mie ayam gratis itu terus berlangsung hingga 1.000 mangkuk habis. Karena dilakukan di kampus, warga biasa tampaknya enggan datang ke lokasi. Sejak dibuka, lokasi itu hanya dipenuhi mahasiswa. (sss/)


Berita Terkait