Tommy Soeharto Polisikan Akun Medsos yang Catut Namanya dan Cendana

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 15:38 WIB
Tommy Soeharto gunakan hak suara
Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto (Adhi Indra Prasetya/detikcom)
Jakarta -

Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto mempolisikan akun media sosial yang mencatut namanya dan keluarganya. Pihak Tommy melaporkan hal ini ke Polda Metro Jaya.

"Saya yang diberi kuasa oleh Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto membuat laporan atas nama saya, tentang akun-akun media sosial yang mengatasnamakan Pak Tommy. Saya sudah melakukan upaya hukum, yaitu melapor ke Polda Metro Jaya," kata Azim Marekhan kepada detikcom, Selasa (6/10/2020).

Dari dokumen laporan polisi yang ditunjukkan Azim kepada detikcom, tertera nomor laporan LP/5426/IX/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 10 September. Tertulis keterangan terlapor dalam penyelidikan.

Masih berdasarkan dokumen laporan, pemilik akun media sosial yang mencatut nama Tommy Soeharto diduga melanggar Pasal 30 juncto 51 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kembali ke Azim, dirinya menerangkan hingga saat ini masih menunggu panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk menuangkan keterangannya. Azim berharap langkah hukum ini dapat membuat admin-admin akun media sosial berhenti mengatasnamakan Tommy Soeharto dalam unggahannya.

"Masih menunggu panggilan untuk diminta keterangan sebagai pelapor. Laporan ini terhadap akun-akun (pencatut nama Tommy Soeharto dan keluarganya) yang belum tutup. Laporan ini ditujukan pada admin-adminnya," jelas Azim.

Azim menambahkan dalam pembuatan laporan, dirinya didampingi salah satu kuasa hukum Tommy Soeharto, yaitu Agus Wijayanto.

Sebelumnya diberitakan, Tommy Soeharto protes atas banyaknya akun media sosial yang mencatut namanya, serta memuat konten-konten yang mengatasnamakan keluarga Cendana. Tommy berharap pemilik akun-akun tersebut berhenti membawa-bawa namanya serta keluarga Cendana.

"Pada tanggal 9 September, kami diberi surat kuasa untuk meluruskan adanya akun-akun yang mengatasnamakan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto yang sebenarnya akun tersebut bukanlah akun beliau," kata Azim kepada detikcom, Selasa (6/10).

Azim menegaskan Tommy Soeharto tak memiliki akun media sosial. Azim mengatakan Tommy Soeharto menilai keberadaan akun-akun medsos yang mencatut namanya dan keluarga Cendana merugikan dirinya.

"Karena beliau tidak pernah memiliki akun baik di Twitter, maupun di FB, maupun di Instagram. Akun yang beredar itu sangat merugikan. Akun ada yang Tommy Soeharto, ada @hputrasoeharto, dan itu bukan beliau, mencatut nama beliau," ujar Tommy Soeharto.

Azim juga menyebut satu akun YouTube, yaitu Trilogi TV. Menurutnya, akun tersebut mengunggah konten yang mengadu domba Tommy Soeharto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ada channel YouTube yang bernama Trilogi TV, itu kayanya mengadu domba antara pihak Pak Tommy dengan Pak Jokowi. Padahal Pak Tommy sendiri tidak ada kaitannya dengan hal itu kan. (Kontennya) seolah-olah mengadu antara keluarga Cendana dengan Pak Jokowi," ungkap Azim.

Azim meminta pemilik channel Youtube itu untuk segera menghapus konten yang berkaitan dengan Tommy Soeharto dan keluarga Cendana. Pemilik akun Youtube Trilogi TV, sambung Azim, membuat konten berjudul 'AKHIRNYA KELUARGA CENDANA GUGAT REZIM JOKOWI'.

"Kami minta channel itu untuk menghapus, karena itu bukan pernyataan dari keluarga. Seolah-olah mengadu antara pihak bekliau dengan Pak Jokowi, yang sebenarnya kan tidak ada hubungannya. Kok di Youtube judulnya rezim ini akan melawan rezim Jokowi. Judulnya sangat kurang pantas, mengujar kebencian," ucap Azim.

(aud/tor)