Kontras: Djoko Soeyanto Jangan Hanya Jadi Simbol

Kontras: Djoko Soeyanto Jangan Hanya Jadi Simbol

- detikNews
Selasa, 17 Jan 2006 17:50 WIB
Jakarta - Pemilihan KSAU Marsekal Djoko Soeyanto menjadi Panglima TNI mempunyai masalah tersendiri. Salah satunya, Djoko bisa jadi hanya menjadi simbolic leadership."Kita sudah punya pengalaman waktu TNI dipimpin oleh Panglima dari Angkatan Laut. Itu seperti putih di tengah-tengah hijau, akhirnya tidak ada kebijakan yang signifikan dalam kaitannya dengan reformasi TNI," kata Koordinator Kontras Usman Hamid di kantornya, Jalan Borobudur, Jakarta, Selasa (17/1/2006).Usman juga berharap agar Panglima TNI nanti bisa punya pengaruh terhadap TNI AD karena saat ini semua jabatan strategis di Cilangkap didominasi oleh TNI AD.Ketika ditanya apakah akan ada resistensi dari TNI AD, Usman melihat hal itu kecil sekali terjadi karena Djoko termasuk senior. "Saya lihat dari sisi resistensi tidak akan ada, karena Djoko Soeyanto cukup senior dibandingkan calon lainnya," ujarnya.Dijelaskan dia, resistensi akan muncul kalau yang diangkat yang lebih junior. Tantangan bagi Panglima TNI adalah ke depan bagaimana dia mampu mengendalikan seluruh matra di bawahnya."Karena dominasi TNI AD yang begitu kuat perlu ada keseimbangan baru di tubuh internal TNI kalau jabatan Panglima itu dijabat oleh TNI AU," kata Usman.Panglima TNI juga harus mampu mengendalikan dan melanjutkan reformasi yang sekarang sedang berjalan seperti tidak berbisnis dan berpolitik karena yang paling bayak berbisnis dan berpolitik adalah TNI AD.Usman menilai Djoko Soeyanto secara umum sesuai dengan kebutuhan TNI sekarang. "Secara pengalaman dan track record, tidak ada catatan buruk mengenai gagasannya di dalam hal Hak Asasi Manusia (HAM)," tulisnya. (san/)


Berita Terkait