Round-Up

Wanti-wanti Satgas soal Potensi Demo Jadi Klaster Corona

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 06:53 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Satgas Covid-19 mengingatkan massa demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja (Ciptaker) untuk memperhatikan protokol kesehatan. Pasalnya, aksi unjuk rasa dinilai dapat menjadi klaster baru penyebaran Corona.

"Saat ini terdampak kelompok masyarakat yang berinisiatif menyampaikan aspirasinya secara terbuka kepada pemerintah, dengan jumlah massa yang cukup banyak, maka penyampaian aspirasi ini memiliki potensi yang besar untuk tumbuh menjadi klaster COVID-19," jelas Wiku dalam siaran pers di kanal Youtube BNPB, Kamis (8/10/2020).

Wiku mengingatkan tentang peningkatan penularan virus Corona beberapa waktu lalu saat terdapat libur panjang. Wiku pun meminta protokol kesehatan jangan sampai tidak diterapkan saat massa aksi menyampaikan aspirasinya.

"Mari kita ingat bahwa ini adalah masa pandemi dan terjadi kedaruratan masyarakat, kami mengimbau kepada semua pihak yang ingin menyampaikan aspirasinya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," ucap Wiku.

"Harus diingat tentang pengalaman kita bersama di Indonesia dengan libur panjang beberapa waktu yang lalu di mana kita temui lonjakan kasus dalam 1-2 minggu kemudian, jangan sampai hal ini terjadi lagi karena apabila ini terkena ke kelompok rentan, usia lanjut, dampaknya fatal," imbuhnya.

Diketahui, sebanyak 34 orang dari kelompok anarko yang diamankan polisi dinyatakan reaktif Corona dari hasil rapid test. Mereka kini diisolasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet.

"Terakhir 34 jadinya, 34 yang reaktif sejak kemarin sampai sekarang ya, dan sekarang kita sudah bawa ke Wisma Atlet untuk kita isolasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Kamis (8/10/2020).

Mereka yang reaktif juga telah menjalani swab test yang hasilnya baru akan diketahui 2 hingga 3 hari kemudian. Selama menunggu hasil test, mereka tetap menjalani isolasi di Wisma Atlet.

Yusri memastikan mereka yang diamankan polisi adalah kelompok anarko yang diduga sengaja akan membuat ricuh saat aksi di Jakarta. Yusri menyebut polisi telah mengamankan sekitar 1.000 orang.

Yusri pun mengingatkan soal potensi adanya klaster demo. Karena itulah sebelumnya polisi telah mengimbau agar aksi tidak dilakukan di masa pandemi COVID-19 ini.

"Intinya begini, bahwa ternyata bisa jadi klaster ini, bahaya. Nah sekarang kalau 34 ini gabung dengan demo ini apa nggak tertular mereka? Itu yang ditekankan, bahwa ini bisa menjadikan klaster baru, klaster demo Namanya," ujar Yusri.

(isa/isa)