Inovatif dan Adaptif, Gojek Jadi Andalan Konsumen Selama Pandemi

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 20:50 WIB
Gojek
Foto: Gojek
Jakarta -

Pandemi COVID-19 dan penerapan protokol kesehatan mendorong masyarakat untuk lebih mengandalkan aplikasi digital dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang dirilis hari ini mengungkapkan pandemi COVID-19 diduga telah mendorong proses digitalisasi di Asia Tenggara menjadi lebih cepat lima tahun.

Menyikapi perubahan perilaku konsumen tersebut, Gojek sebagai super app terdepan di Asia Tenggara terus berinovasi menghadirkan solusi untuk memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan produktif, bahkan di tengah pandemi sekalipun. Hasil riset LD FEB UI terbaru membuktikan bagaimana konsumen semakin mengandalkan Gojek untuk adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi.

Berdasarkan riset tersebut, mayoritas konsumen (93%) menganggap keamanan layanan Gojek lebih baik dari standar industri. Kebanyakan dari mereka (86%) juga merasa aplikasi Gojek membantu mereka beradaptasi dengan kebiasaan baru dan tetap produktif selama pandemi COVID-19.


Mayoritas konsumen juga menjadi lebih sering dalam menggunakan layanan GoFood (65%), GoPay (68%), Paylater (57%), dan GoSend (36%) dibandingkan sebelum pandemi. Hal ini juga tampak dari meningkatnya rata-rata pengeluaran konsumen per bulan untuk layanan belanja kebutuhan sehari-hari (GoMart, 44%), pemesanan makanan (GoFood, 26%). Secara keseluruhan jumlah saldo GoPay yang digunakan oleh konsumen per bulan meningkat 8%.

Selanjutnya, mayoritas konsumen dalam penelitian ini menilai layanan aplikasi Gojek mendorong masyarakat menggunakan digital payment (97%), memudahkan masyarakat memulai usaha digital (97%), dan membantu masyarakat untuk beradaptasi dengan gaya hidup yang lebih sehat (96%) selama pandemi.


Peneliti LD FEB UI, Dr. Alfindra Primaldhi menjelaskan bagaimana penggunaan platform digital oleh konsumen di Indonesia selama pandemi COVID-19 menjadi menarik untuk diteliti. Oleh karena itu, LD FEB UI melakukan studi kasus pada ekosistem Gojek sebagai aplikasi on-demand yang paling banyak digunakan konsumen di Indonesia.

"Selama pandemi konsumen semakin bergantung pada layanan digital tradisional, seperti pemesanan makanan, pengiriman barang, dan pembayaran digital," ujar Alfindra dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2020).


Lebih lanjut Alfindra menjelaskan terjadi peningkatan penggunaan layanan digital yang sebelumnya belum banyak digunakan oleh konsumen, seperti layanan kesehatan melalui GoMed dan donasi melalui GoGive.

"Keberadaan platform digital seperti Gojek membantu konsumen untuk beradaptasi, dan menjaga produktivitas dalam situasi pandemi yang penuh ketidakpastian," ujarnya,

Selebihnya, penelitian ini juga mengungkap berkurangnya mobilitas masyarakat selama pandemi, terlihat dari berkurangnya pengeluaran konsumen (-18%) untuk layanan transportasi khususnya layanan roda-dua GoRide. Hal ini wajar terjadi akibat adanya peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengharuskan konsumen untuk lebih banyak beraktivitas di rumah.

Alfindra melanjutkan, sejalan dengan hasil riset pada mitra driver, dan UMKM Gojek, pihaknya melihat adanya semangat gotong royong oleh konsumen dalam ekosistem Gojek. Lebih dari setengah konsumen (60%) memberikan bantuan pada mitra Gojek selama pandemi.

"Mereka memanfaatkan layanan dalam aplikasi Gojek untuk memberikan bantuan uang/tips melalui GoPay (67%), melebihkan pesanan GoFood untuk driver (24%), dan menggunakan paket 'Traktir Driver' (16%). Mereka juga memberikan bantuan langsung di luar aplikasi, seperti tips tunai (67%), makanan (26%) dan sembako (9%) untuk mitra driver," jelas Alfindra.

Ekosistem Gojek juga memfasilitasi konsumen untuk tetap menjaga hubungan sosial dengan keluarga dan teman meski terpisah jarak. Sebagian besar konsumen memanfaatkan layanan GoFood untuk memesan makanan untuk keluarga/teman (73%), memesankan makanan sehat lewat GoFood untuk keluarga/teman (55%), serta memanfaatkan GoSend untuk mengirimkan barang/makanan (62%) untuk keluarga dan teman selama pandemi.

"Persepsi konsumen yang positif terhadap aplikasi digital yang membantu mereka selama pandemi akan membuat mereka semakin loyal terhadap platform tersebut. Tercermin dari mayoritas konsumen (90%) menganggap kualitas hidupnya lebih baik dengan adanya Gojek, sehingga konsumen akan tetap menggunakan Gojek dan tidak beralih ke aplikasi lainnya (94%) dan merekomendasikan kepada teman serta kerabat (96%)," pungkasnya.

(mul/ega)