Demo Omnibus Law di Jakarta Ricuh, Polda Metro: 6 Polisi Terluka

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 19:32 WIB
Selain pos polisi (pospol) di Bundaran Patung Kuda Wijaya, pospol di perempatan Harmoni dirusak pendemo hingga dibakar.
Massa demo membakar Pospol Harmoni, Jakpus. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja di Jakarta berakhir ricuh. Personel kepolisian terluka akibat tindakan anarkis massa.

"Ada anggota 6 (orang) yang masuk rumah sakit sekarang ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, saat dihubungi, Kamis (8/10/2020).

Yusri tidak menjelaskan bagaimana kondisi personel tersebut. Namun, ia memastikan para anggota tersebut saat ini mendapat perawatan rumah sakit karena luka yang dideritanya.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan massa yang merusuh bukan massa buruh. Yusri menyebut massa yang melakukan tindakan anarkis tersebut adalah perusuh.

"Itu para perusuh. Jadi sekarang gini, ini bukan lagi teman-teman buruh, ini sudah perusuh semuanya. Jadi ini perusuh semua karena mereka memang menunggangi teman-teman buruh ini untuk melalukan kerusuhan," sebutnya.

Yusri menyebut para buruh sebetulnya sudah kembali dari aksi unjuk rasa sore tadi. Namun hingga malam ini, masih ada sejumlah massa yang diduga perusuh yang menunggangi aksi buruh.

"Teman-teman buruh sudah banyak kembali, tapi mereka masih bertahan dan merusak fasilitas umum, termasuk fasilitas kepolisian, ada beberapa pos pos yang mereka bakar dan rusak," ujar Yusri.

Untuk diketahui, demonstrasi yang terjadi pada hari ini berujung rusuh. Sejumlah fasilitas umum pun turut dibakar dan dirusak oleh massa.

Salah satunya Halte TransJ Sarinah, yang habis dibakar massa. Selain itu, sejumlah pos polisi di Jakarta Pusat dan fasilitas umum, seperti pintu stasiun MRT, habis dirusak massa.

(maa/mea)