Suspect Flu Burung, Bocah Indramayu Wafat Susul Abang

Suspect Flu Burung, Bocah Indramayu Wafat Susul Abang

- detikNews
Selasa, 17 Jan 2006 16:45 WIB
Bandung - Setelah 4 hari berjuang, Endrawan (4) menghembuskan nafas terakhirnya. Pasien suspect flu burung asal Indramayu ini menyusul abangnya, Nurokhmah (12), yang wafat karena positif flu burung.Endrawan meninggal di ruang isolasi Flamboyan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jl Pasteur, Bandung, pukul 07.50 WIB, Selasa (17/1/2006).Dia sempat menjalani perawatan sejak 14 Januari dan tidak menunjukkan perkembangan yang baik. Saat meninggal, ibunya, Bainah, sempat mendampingi Endrawan.Sejak 2 hari yang lalu kondisi kesehatan Endrawan sangat buruk. Endrawan menderita infeksi radang paru-paru berat dan demam tinggi. Diduga Endrawan terjangkit virus flu burung dari ayam peliharaan yang mati mendadak sebanyak 14 ekor.Kejadian matinya ayam peliharaan tersebut terjadi menjelang Hari Raya Idul Adha beberapa hari yang lalu."Kemungkinan Endrawan positif flu burung. Tapi nanti hasil jelasnya tunggu dari Jakarta," kata dr Hadi Yusuf dari tim dokter penanganan infeksi khusus RSHS saat ditemui di ruang isolasi Flamboyan RSHS.Selama menjalani perawatan, kondisi Endrawan terus melemah. Demam tingginya tidak kunjung turun. Tim dokter juga sempat memasang alat respirator oksigen.Kematian Endrawan merupakan kematian kedua bagi keluarga Bainah. Setelah sebelumnya pada 14 Januari terjadi kematian bagi putranya yang lain, Nurokhmah (12) dan telah dinyatakan positif terkena virus flu burung.Hingga pukul 15.00 WIB jenazah Endrawan masih berada di ruang jenazah RSHS. Jenazah dibungkus dengan kain warna kuning.Rencananya sore ini jenazah akan dibawa pulang ke rumah duka di Blok Konem RT 6 RW 2 Desa Cipedang, Kecamatan Bongos, Kabupaten Indramayu. Jenazah akan dibawa dengan peti mati yang diberi perekat lem.Sementara kondisi ibunda, Bainah, masih dalam keadaan syok, dan masih berada di ruang isolasi Flamboyan RSHS. Apalagi anaknya yang lain, Iin Indrawati (15) masih berada dalam perawatan intensif di ruang isolasi Flamboyan RSHS, meski dalam keadaan stabil. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads