Brigadir AF Mabuk Saat Buat Onar-Todongkan Pistol ke Kapolsek di Sulsel

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 14:28 WIB
ilustrasi penembakan
Ilustrasi
Makassar -

Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) angkat bicara mengenai gemparnya insiden oknum Polairud Polda Sulsel Brigadir AF yang berbuat onar hingga menodongkan pistol ke arah Kapolsek Bonto Bahari AKP Akbar Munir. Brigadir AF dipastikan mabuk saat berbuat onar.

"Intinya sudah jelas, dia mabuk. Mabuk kan, apa saja bisa terjadi. Kondisi kesadaran, pasti kan kendali dirinya tidak ada," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo saat ditemui detikcom di kantornya, Kamis (8/10/2020).

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Ibrahim Tompo.Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Ibrahim Tompo (Hermawan/detikcom)

Kombes Ibrahim melanjutkan, sejauh ini baru informasi mengenai Brigadir AF mabuk ketika berbuat onar yang dipastikan kebenarannya.

"Nah kondisi mabuk itulah diamankan sama anggota, namun dia tetap tidak terima. Itulah kondisi yang kronologinya awalnya," beber Ibrahim.

Sementara informasi mengenai penodongan senjata api kepada Kapolsek, informasi itu disebut masih bersifat sepihak dari jajaran Polres Bulukumba. Propam akan melakukan klarifikasi lebih lanjut.

"Laporan kejadiannya seperti itu (ada penodongan), itulah yang dilaporkan tapi rata-rata itu sih akan dicek dan diklarifikasi oleh Propam," terang Kombes Ibrahim.

Diketahui, aksi arogan Brigadir AF ini terjadi di kawasan Pantai Tanjung Bira, Sabtu (3/10). Dia awalnya mengobrak-abrik kafe di kawasan tersebut. Dia lalu menodongkan pistol ke AKP Akbar dan personel Polsek Bonto Bahari lainnya yang mencoba menenangkannya.

Tak hanya itu, Brigadir AF juga disebut menghina Kapolsek Bonto Bahari lantaran hanya berpangkat AKP. Beruntung, tak ada konfrontasi senjata api antara Brigadir AF dan Kapolsek Bonto Bahari serta anggotanya.

Namun Brigadir AF saat itu juga disebut pergi ke rumah warga yang sedang tahlilan karena istri meninggal. Brigadir AF disebut kembali mempertontonkan senjata api di rumah warga yang kedukaan tersebut.

(nvl/nvl)