Telanjang-Bawa Sajam, Pria di Banjarmasin Ngamuk di Tengah Demo UU Ciptaker

Muhammad Risanta - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 13:45 WIB
Mahasiswa dan buruh demo tolak UU Ciptaker di epan DPRD Kalsel
Mahasiswa dan buruh demo tolak UU Ciptaker di depan kantor pan DPRD Kalsel.
Banjarmasin -

Seorang pria dengan telanjang dada merangsek ke tengah kerumunan mahasiswa yang sedang unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) di depan gedung DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel). Pria itu membawa senjata tajam (sajam) sambil berteriak dan marah-marah.

Polisi yang bersiaga di lokasi demo, Kamis (8/10/2020), langsung menangkap pria tersebut. Polisi menyebut pria itu adalah preman.

Pria tersebut diamankan tak hanya karena mengamuk, tetapi juga menyelipkan sebilah senjata tajam (sajam) jenis mandau di pinggangnya. Saat diamankan, pemuda ini sempat melawan sebelum akhirnya dilumpuhkan aparat.

Preman tersebut mengaku hendak membubarkan aksi demo karena dinilainya mengganggu aktivitas warga. Dia kesal lantaran sejumlah jalan utama di kawasan Lambung Mangkurat Banjarmasin tidak bisa dilintasi karena ditutup dan dipenuhi pedemo.

"Saya mau ke Kampung Sasirangan, tetapi nggak bisa lewat sana. Makanya saya suruh bulikan (pulang), kasihan masyarakat," ujar pria ini kepada polisi.

Akibat perbuatannya, pria ini dibawa ke Mapolda Kalsel. Pria tersebut dinilai membahayakan karena membawa sajam.

Aksi unjuk rasa sendiri berlangsung sejak pagi hingga siang ini. Pedemo mendesak anggota DPRD Kalsel dan Pemerintah Provinsi Kalsel untuk mengambil sikap dan membantu kaum buruh dan pekerja yang terkena dampak serius jika undang-undang ini diberlakukan.

Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK, dan sejumlah anggota Dewan, serta Plt Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan, membuka dialog dengan pedemo. Mereka sempat adu argumen.

Mahasiswa meminta pimpinan DPRD Kalsel menyampaikan segera aspirasi warga Kalsel kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami hanya minta bubuhan pian (bapak semua) menyampaikan segera ke pemerintah pusat bahwa masyarakat di Kalsel menolak tegas pengesahan undang-undang omnibus law. Tolong disampaikan segera ke Bapak Presiden agar mengeluarkan Perppu," ucap salah seorang pedemo saat bertemu dengan Supian.

Supian lalu menegaskan pihaknya sependapat dengan aspirasi masyarakat dan mahasiswa. Supian mengatakan siap berangkat ke Ibu Kota Jakarta bersama perwakilan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi ini.

"Penolakan terhadap undang-undang omnibus law sudah kami lakukan sejak Januari lalu. Nah sekarang pun kami siap berangkat bersama perwakilan mahasiswa ke Jakarta untuk menyampaikan penolakan ini. Kan masih ada celah kita ajukan keberatan sesuai mekanisme hukum yang berlaku," tandas Supian.

(aud/aud)