23 LSM Pemerhati Pekerja Anak Diganjar Penghargaan dari Kemnaker

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 21:33 WIB
Sebanyak 23 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pemerhati pekerja anak memperoleh penghargaan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Sebanyak 23 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pemerhati pekerja anak memperoleh penghargaan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Penghargaan diberikan sebagai apresiasi pada LSM yang berkontribusi memperhatikan kesejahteraan anak-anak di Indonesia.

Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, kepada Yayasan Pemerhati Sosial Indonesia dan Jaringan LSM Penanggulangan Pekerja Anak di Gedung Serbaguna Kemnaker. Ida juga menyerahkan bantuan paket peralatan sekolah kepada dua orang perwakilan pekerja anak, yakni Valdo (14) binaan Rumah Kita (RK) dan Siti Ayuni (16) binaan Yayasan Pemerhati Sosial Indonesia (YPSI).

Menurut Ida, upaya perlindungan anak, termasuk pengentasan pekerja anak membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Pemerintah, lanjut Ida, tidak dapat melakukan upaya tersebut sendirian, melainkan perlu kolaborasi lintas sektor, serta peran aktif masyarakat.

"Di sinilah peran penting dari LSM serta partisipasi seluruh masyarakat," ujar Ida dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2020).

Menteri asal Mojokerto, Jawa Timur itu menegaskan pentingnya pendampingan bagi pekerja anak untuk melindungi masa depan mereka. Ida berpesan, anak-anak merupakan penerus sejarah bangsa oleh karena itu mengupayakan masa depan yang cerah bagi mereka menjadi suatu hal penting.

"Jadi begitu luar biasanya karena kita menaruhkan masa depan Indonesia kepada anak-anak kita hari ini," sambung Ida.

Ida menambahkan, agar masa depan anak terlindungi, semua pihak bertanggung jawab memastikan anak-anak mendapatkan tumbuh kembang yang baik, yakni tumbuh secara optimal, baik fisik, mental, sosial, maupun intelektualnya. Sebab, menurut Ida, dengan cara itu masa depan Indonesia menjadi cerah.

"Impossible kita bisa mencapai keinginan kita untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju kalau kita tidak siapkan anak-anak kita dengan baik," sebut Ida.

Sebagai informasi, sejak program Pengurangan Pekerja Anak dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) digulirkan sepanjang tahun 2008 sampai 2019, terdapat 134.456 pekerja anak yang mendapatkan manfaat program tersebut. Dari jumlah tersebut, lebih dari 50 persen di antaranya bisa melanjutkan pendidikan, bahkan ratusan dari mereka bisa mengenyam pendidikan menengah.

(akn/ega)