SBY Lecehkan DPR Tunjuk KSAU Jadi Panglima TNI
Selasa, 17 Jan 2006 14:30 WIB
Jakarta -
Konsistensi pernyataan Presiden SBY yang akan mengajukan mantan KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menjadi Panglima TNI kembali dipertanyakan, bahkan bisa dinilai sebagai pelecehan terhadap DPR.Kali ini pertanyaan itu diajukan anggota DPR Ali Muchtar Ngabalin dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi, setelah sebelumnya diajukan anggota DPR asal FKB Effendi Choirie."Kita persoalkan konsistensi kepala negara kenapa presiden mengajukan nama berbeda," cetus Ali di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/1/2006).Ali menilai surat SBY yang mengajukan nama KSAU Marsekal TNI Djoko Soeyanto telah membuat pelecehan terhadap DPR. Sebab SBY sebelumnya telah membuat statemen akan mengajukan nama yang sama saat mencabut surat Mega dari DPR, yakni Ryamizard."Padahal pernyataan itu disampaikan di depan pimpinan DPR dan fraksi-fraksi.Yang dilakukan presiden pelecehan terhadap dewan. Kita butuhkan sikap berani DPR untuk mengembalikan surat itu kepada presiden," ujar politisi Partai Bintang Reformasi (PBR) ini.Apa KSAU tidak layak menjadi Panglima TNI? "Saya kenal baik dengan Djoko Soeyanto. Tapi yang kita persoalkan konsistensi kepala negara. Konsistensi pernyataan presiden perlu bagi pejabat publik. Jika tidak, presiden tidak punya etika moral yang bagus," cetus Ali.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































