Kisah Janda Anak 3 di Aceh, Rumah Ludes Terbakar Kini Dibangun oleh TNI

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 19:29 WIB
Bantuan pembangunana rumah dari TNI
Foto: dok. Korem 11/ Lilawangsa
Banda Aceh -

Fitriani (30) senang bukan kepalang setelah rumahnya yang ludes terbakar kini dibangun kembali oleh TNI. Janda tiga anak ini menerima rumah baru lengkap dengan peralatannya.

Rumah baru Fitriani dibangun Korem 011/Lilawangsa dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-75 TNI. Puing-puing sisa kebakaran dirobohkan lalu dibuat semipermanen.

Setelah rumah siap, giliran istri TNI Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda membantu peralatan rumah tangga. Fitriani menerima tempat tidur, kompor, dan beberapa barang lainnya.

Fitriani berkisah selama ini terpaksa mengungsi ke rumah orang tuanya karena tidak sanggup merenovasi rumahnya yang terbakar pada 24 Juli lalu. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penjual kerupuk ubi ini hanya punya pendapatan pas-pasan.

"Pendapatan saya sebulan kadang Rp 300 ribu. Manalah bisa untuk memperbaiki rumah. Jangankan terpikir buat rehab rumah, untuk makan sehari-hari dan kebutuhan ketiga anak saya juga tidak cukup," kata Fitriani dalam keterangan tertulis Korem 11/Lilawangsa, Rabu (7/10/2020).

Bantuan pembangunana rumah dari TNIFitriani terima bantuan pembangunan rumah dari TNI. (Foto: dok. Korem 11/ Lilawangsa)

Perempuan warga Desa Paloh Dayah, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, ini mengaku selama ini hanya tidur beralaskan tikar. Namun setelah rumah direhab, ia sudah mempunyai tempat tidur layak.

"Saya hanya bisa terima kasih banyak dengan Bapak Danrem dan Ibu, juga ibu-ibu yang hadir yang sudah membantu membuat baru rumah saya bahkan hari ini ibu Danrem sudah mengisi lengkap perlengkapan rumah saya," ujar Fitriani.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda Ny Yova Baskoro mengatakan bantuan yang diberikan berupa tempat tidur dan perlengkapan lainnya dalam rangka memperingati HUT ke-75 TNI. Danrem bersama prajuritnya mengumpulkan uang secara patungan untuk membantu Fitriani.

"Ini sudah rencana kita, usai rumahnya terbangun, nanti kita bantu perlengkapan isi rumahnya, ya kalau tidak ada kompor, mau masak dengan apa, begitu juga tempat tidurnya dan perlengkapan lainnya, kasihan kan ibu Fitriani bersama anak-anaknya yang tidur di lantai, semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi tempat yang nyaman bagi ibu fitriani bersama putra-putrinya yang masih belia," jelas Ny Baskoro.

Usai menyerahkan bantuan perlengkapan rumah, Ketua Persit beserta pengurus menyempatkan diri melihat pembuatan kerupuk ubi milik Fitriani. Mereka lalu memborong kerupuk bikin Fitriani.

(agse/lir)