Program Plastic Reborn 2.0 Bantu Startup Tingkatkan Pengelolaan Sampah

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 18:40 WIB
Coca Cola Foundation melalui program Plastic Reborn 2.0 telah menyatukan 3 startup pengelola sampah terpilih dengan memberikan hibah agar bisa berkembang/
Foto: Angga Laraspati
Jakarta -

Coca Cola Foundation bersama Ancora Foundation melalui program Plastic Reborn 2.0 telah menyatukan 3 startup pengelola sampah terpilih dengan memberikan hibah (Grantees) agar bisa mengembangkan dan mengakselerasi proyek bisnis mereka.

Dari program ini, ketiga startup tersebut dapat meningkatkan 81% kemampuan pengelolaan sampah kemasan plastik dengan total 712 ton sampah atau rata-rata sekitar 21 ton setiap bulannya.

Wakil Ketua Pelaksana Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) Triyono Prijosoesilo mengatakan Plastic Reborn 2.0 merupakan upaya untuk mengurangi dampak limbah kemasan pascakonsumsi kepada lingkungan. Para Grantees pun dinilai berhasil mengembangkan kemampuannya dalam berkontribusi di sektor industri pengelolaan sampah dan daur ulang.

"Semangat tinggi mereka membuktikan bahwa apabila dikelola secara optimal, industri daur ulang limbah kemasan plastik pascakonsumsi di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar," ujar Tri dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (7/10/2020).

Program ini pun menyasar para startup yang sudah memiliki bisnis settle dan juga memiliki aplikasi yang sudah bisa digunakan untuk pengumpulan sampah-sampah tersebut. Program yang sudah berjalan selama 1 setengah tahun ini juga memberikan berbagai dampak yang cukup signifikan bagi para startup dan juga masyarakat tempat startup tersebut berdomisili.

Seperti yang disampaikan oleh Co-Founder MallSampah Adi Saifullah Putra. Menurutnya program ini membantu MallSampah mampu mencapai pertumbuhan bisnis yang tinggi. Tercatat, dibandingkan sebelum mengikuti program ini, MallSampah mampu meningkatkan jumlah sampah yang dikelola secara keseluruhan mencapai 25,3 ton sampah atau naik sebesar 361,1%.

"Selain itu, bersama dengan Clean Up kami mengembangkan fitur 'Mixed Waste' menjadi aplikasi mobile pertama dari MallSampah sebagai bentuk solusi layanan pengelolaan sampah yang terintegrasi dalam satu platform, mulai dari sumbernya hingga pemrosesan akhir," tutur Adi.

Untuk di bidang kapasitas usaha, MallSampah juga mengalami peningkatan pengguna aktif sebanyak 5.000 pelanggan, pengguna aplikasi mobile apps sebanyak 17.000 orang dengan lebih dari 200 mitra pengumpul di Makassar, Gowa, dan Kabupaten Maros, dan Kota Pare-pare

Hal senada juga disampaikan oleh, Founder & General Manager CleanUp Indonesia, Iqra Putra Sanur. Ia mengatakan fitur Mixed Waste yang dikembangkan bersama MallSampah adalah salah satu hasil dari program pendampingan akselerasi bisnis dari 'Plastic Reborn 2.0' bersama para ahli.

"Saat ini kami telah memperbarui model bisnis perusahaan melalui kemitraan bersama MallSampah dan Gringgo yang salah satunya memanfaatkan pengembangan kapasitas bisnis dengan orientasi teknologi yang berdampak terhadap pertumbuhan usaha dari CleanUp," ujar Iqra.

CleanUp pun mencatatkan peningkatan kapasitas pengumpulan sampah yang naik hingga 134 ton atau sebesar 893,3%. Pencapaian ini juga ditambahkan dengan pertumbuhan jumlah pelanggan CleanUp yang tumbuh sebesar 100% yang tidak hanya berasal dari Kabupaten Gowa, namun juga dari kota lainnya di Sulawesi Selatan.

Torehan impresif juga dicatatkan oleh CEO & Co-Founder Gringgo, Febriadi Pratama. Ia mengungkapkan pendampingan program Plastic Reborn 2.0 sangat mendukungnya dalam mengembangkan layanan dan kapasitas usaha Gringgo. Bahkan, Gringgo mampu mengekspansi usahanya yang tadinya untuk masyarakat Bali, kini sudah diperluas ke Gowa berkat kolaborasi dengan CleanUp

"Bersama dengan CleanUp, kami mengembangkan dukungan operasional CleanUp secara digital melalui "Smart WastePlatform". Platform online ini dapat membantu menciptakan transparansi dan efektivitas yang lebih baik bagi para pekerja sampah. Harapan kami model ini nantinya dapat diaplikasikan di wilayah lainnya di Indonesia," tutur Febri.

Sama seperti dua startup lainnya, Gringgo juga mengalami peningkatan di jumlah sampah yang dikelolanya Gringgo hingga 473 ton atau mengalami peningkatan sebesar 136.2%. Jumlah pelanggannya pun kini hampir menyentuh di angka 10.000 rumah tangga.

(akn/ega)