Anies Lantik Sri Haryati Jadi Penjabat Sekda DKI, Begini Tugasnya

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 16:03 WIB
Pelaksana Tugas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Sri Haryati
Sri Haryati (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik Sri Haryati sebagai Penjabat Sekda DKI Jakarta. Dalam pelantikan itu, Anies mengingatkan Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta itu bahwa tugasnya sebagai Penjabat Sekda DKI tidaklah ringan.

"Dalam kesempatan ini, izinkan saya menyampaikan bahwa tugas yang diembankan kepada Ibu Penjabat Sekda bukanlah tugas yang ringan karena Ibu Penjabat Sekda mendapatkan amanat untuk menjalankan fungsi sekda di masa krisis sedang menghadapi kita. Satu adalah krisis kesehatan karena COVID-19 dan Jabodetabek adalah salah satu episentrum terbesar," ujar Anies melalui keterangan tertulis di situs resmi Pemprov DKI, Rabu (7/10/2020).

Selain itu, kata Anies, beban tugas Penjabat Sekda DKI saat ini dihadapkan pada kondisi ekonomi Jakarta yang melemah. Untuk itu, Anies memintanya bekerja secara cepat.

"Yang kedua adalah kondisi perekonomian yang melemah. Yang ketiga, kondisi sosial yang sedang dinamis pada hari-hari ke depan. Ditambah lagi siklus pemerintahan pada bulan-bulan ini adalah siklus pembahasan perubahan APBD 2020 dan perencanaan APBD 2021. Karena itu, tidak ada kesempatan untuk mengambil jeda, harus langsung bergerak dengan cepat dan alhamdulillah selama tiga minggu ini pun Ibu Asisten menjalankan peran sebagai Plt sudah bergerak dengan cepat bersama seluruh jajaran. Saya berharap kecepatan itu dipertahankan sehingga seluruh tantangan yang ada di depan kita bisa berjalan dengan baik," ucapnya.

Dengan beban tugas yang telah disampaikan, Anies meminta Sri Haryati bekerja secara all-out. Dia berharap Penjabat Sekda DKI mampu menjembatani dan berkoordinasi dengan jajarannya secara baik.

"Saya berharap Penjabat Sekda menjalankan tugas ini secara all out. Ini adalah satu masa yang penuh tantangan, tapi kita semua yakin bahwa tantangan yang diberikan pasti sepadan dengan kemampuan yang ditumbuhkan dalam diri pribadi kita. Karena itu, saya percaya Ibu Penjabat Sekda bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Kepada Penjabat Sekda, diharapkan bisa menjembatani seluruh aktivitas di tengah jajaran agar bisa melakukan koordinasi secara lengkap bagi semuanya," kata Anies.

Seperti diketahui, saat ini kursi Sekda DKI Jakarta masih kosong setelah Saefullah meninggal dunia karena terpapar COVID-19. Meski demikian, Pemprov DKI telah membuka seleksi terbuka untuk jabatan Sekda DKI.

Selain jabatan Sekda DKI, lelang jabatan untuk Deputi Gubernur DKI dibuka. Ada dua jabatan deputi gubernur yang dilelang, yakni Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup serta Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi.

Lelang jabatan itu tercantum dalam Surat Pengumuman Nomor 5 Tahun 2020, tentang seleksi terbuka Sekretaris Daerah DKI dan Deputi Gubernur DKI Tahun 2020. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Tahun 2020, Suharti, pada 1 Oktober 2020.

Waktu pendaftaran lelang ini dibuka dari 1 Oktober sampai 15 Oktober 2020, lalu seleksi administrasi akan dilaksanakan pada 2-17 Oktober 2020. Kemudian pengumuman hasil seleksi administrasi pada 20 Oktober 2020.

Setelah itu, akan dilakukan tes tertulis dan penulisan makalah pada 22-23 Oktober 2020, asesmen kompetensi pada 2-10 November 2020, dan tes kesehatan pada 5-6 November 2020. Pengumuman hasil kompetensi dan kesehatan pada 13 November, wawancara pada 16-20 November, dan pengumuman akhir pada 23 November 2020.

(man/aik)