Malaysia Tawarkan Truk Angkut Sampah dengan Kereta
Selasa, 17 Jan 2006 13:03 WIB
Jakarta - Biasanya sampah di Jakarta diangkut pakai truk, tetapi Malaysia menawarkan trik baru, yakni mengangkut sampah pakai kereta ke lokasi pengelolaan sampah.Tawaran ini disampaikan oleh Perusahaan Tali Work Corporation Borhard asal Malaysia kepada Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (17/1/2006)."Iya mereka menawarkan pengelolaan sampah seperti di Bantar Gebang, Bekasi. Sistem pengelolaan sampah itu namanya sanitary landfill," jelas Sutiyoso.Dijelaskan dia, sampah akan diangkut dari Jakarta ke luar kota dengan kereta api. Kapasitas penampungan sampah tidak sampai 6 ribu ton.Prinsip dasar yang digunakan yakni remote landfill, teknologi tepat guna, transportasi efisien, dan memanfaatkan aset yang ada. Beberapa negara pun telah menerapkan, yakni AS, Inggris, Jerman, Australia, dan Afrika Selatan."Paling hanya mengangkut ratusan ton sampah. Kereta itu nantinya akan memanfaatkan rel yang sudah ada," ujarnya.Selain itu, lanjut Sutiyoso, perusahaan Malaysia juga sudah menyediakan lahan seluas 100 hektar di luar kota. "Tidak usah disebutkan dulu lokasinya. Soalnya nanti belum-belum sudah menjadi kontroversi," cetus Sutiyoso.Dia mengaku akan mendalami tawaran tersebut. "Ini sebuah alternatif. Misalnya diterima pun, mereka dapat sisa-sisa sampah yang belum diangkut, soalnya pemerintah DKI sudah MoU dengan pemerintah lain. Itu masih didalami teknisnya, harus dijalani dulu, jangan tergesa-gesa," papar Sutiyoso.Ramah LingkunganKepala Dinas Pembersihan DKI Jakarta Rama Budi menilai tawaran Malaysia akan menjadi variasi untuk mengurangi sampah di Jakarta."Ya itu kan sesuai strategi pengelolaan sampah selama ini. Syaratnya harus ramah lingkungan. Diangkut malam hari dan tetap tidak boleh bau," kata Rama.Menurut dia, Malaysia belum menawarkan investasinya. Dijelaskan Rama, rute KA di mulai dari stasiun pertama di tempat pembuangan sampah Sunter, lalu menuju Jakarta Gudang, kemudian menuju Tanah Abang, dan dibawa ke luar kota."Jika jadi, kita akan pakai fasilitas PT Kereta Api," ujarnya.
(aan/)











































