FPDIP Pertanyakan Pertemuan di Dharmawangsa
Selasa, 17 Jan 2006 12:55 WIB
Jakarta - FPDIP meminta penjelasan pimpinan sidang paripurna DPR mengenai pertemuan antara pimpinan fraksi dengan pemerintah di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Minggu 15 Januari. Diduga pertemuan itu untuk menjegal laju hak angket impor beras.Permintaan penjelasan mengenai pertemuan tersebut disampaikan anggota FPDIP Aryo Bimo dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (17/1/2006).Menurut Aryo, pertemuan itu perlu dijelaskan, apakah resmi pertemuan antara fraksi dan pemerintah, atau hanya pertemuan informal."Ini perlu dijelaskan, karena dalam suasana kita mengusung hak angket, pertemuan ini kurang tepat," cetus Aryo menginterupsi sidang paripurna tersebut.Aryo menyampaikan, jika pertemuan itu untuk mengganjal laju hak angket anggota DPR mengenai impor beras, maka itu merupakan bentuk penangkaran politik seperti di zaman Orde Baru.Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno yang menjadi pimpinan sidang paripurna menjelaskan, pertemuan antara DPR dengan pemerintah dianggap sah, jika dipimpin oleh pimpinan DPR.Namun jika rapat atau pertemuan tersebut tidak dipimpin pimpinan DPR, lanjut pria yang akrab disapa Mbah Tardjo ini, tentunya dianggap tidak resmi dan sah."Yang dianggap sah dan resmi itu rapat yang dipimpin pimpinan DPR, yang di luar itu tidak resmi," jelas Mbah Tardjo.
(zal/)










































