Legislator PKB: Bangku Kosong Najwa Shihab Bentuk Kreativitas Pers

Rahel Narda C - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 14:13 WIB
sneakers Najwa Shihab
Foto: Najwa Shihab (Instagram/@najwashihab)
Jakarta -

Najwa Shihab dilaporkan ke polisi oleh Relawan Jokowi Bersatu usai dirinya mewawancarai 'bangku kosong' yang seolah-olah Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Abdul Kadir Karding menilai yang dilakukan Najwa itu merupakan bentuk kreativitas pers.

"Kalau menurut saya, apa yang dilakukan Mbak Najwa itu adalah salah satu bentuk kreativitas saja. Salah satu bentuk kreativitas dalam rangka melakukan peran-peran fungsi kontrol pers terhadap keadaan," kata Karding kepada wartawan, Rabu (7/10/2020).

Abdul Kadir KardingAbdul Kadir Karding (Foto: Andhika Prasetia-detikcom)

Secara pribadi, Karding menilai tindakan Najwa masih dalam batas wajar. Dia tidak mempersoalkannya.

"Soal apa yang dilakukan Mbak Najwa, menurut saya sih, ya, secara pribadi, itu masih dalam batas-batas bagian dari kegiatan pers, yang masih memenuhi aturan dan kode etik pers. Walaupun tentu, nanti hasil akhir kita serahkan kepada penilaian Dewan Pers seperti apa," ujarnya.

Anggota Komisi I DPR itu juga menilai tindakan aparat kepolisian sudah tepat. Polisi diketahui mengarahkan Relawan Jokowi Bersatu mengajukan laporkan kepada Dewan Pers.

"Saya kira polisi itu sudah tepat mengarahkan ke Dewan Pers, karena kalau ada perasaan atau rasa tidak senang terhadap apa yang dilakukan Mbak Najwa itu karena ini terkait mainstream-nya pers, maka, dilaporkan ke Dewan Pers. Saya kira itu sudah tepat polisi mengarahkan ke sana," terang Karding.

Namun, Karding mengatakan tindakan yang dilakukan Relawan Jokowi Bersatu merupakan hak setiap warga negara. Menurutnya, dalam negara demokrasi, tindakan Relawan Jokowi Bersatu wajar dan perlu dihormati.

"Tetapi juga bahwa ada Relawan Jokowi Bersatu melakukan gugatan itu adalah hak mereka, karena merasa menterinya dipermalukan. Itu juga satu hal yang patut dihargai dihormati," sebutnya.

"Jadi karena ini negara demokrasi, ya, nggak apa-apa biarin aja kita lihat sistemnya berjalan kayak apa," imbuh Karding.

Selanjutnya
Halaman
1 2