Surgaku Kini di Polda Metro

Puisi Lia Eden di Tahanan:

Surgaku Kini di Polda Metro

- detikNews
Selasa, 17 Jan 2006 12:32 WIB
Surgaku Kini di Polda Metro
Jakarta - Lia Eden, pemimpin sekte Kerajaan Tuhan, hingga Selasa (17/1/2006) ini masih ditahan di sel Polda Metro Jaya. Namun kungkungan sel tak membuat istri Aminuddin ini berhenti berkreasi. Dia masih produktif merilis puisi.Karya Lia yang oleh pengikutnya dipanggil Bunda Lia Eden ini juga didokumentasikan di beberapa website komunitas yang bermarkas di Jalan Mahoni 30, Senen, Jakarta Pusat, ini.Puisi Lia terbaru berjudul Andai Kutahu. Dalam puisi ini, Lia menceritakan kesehariannya selama disel. Dia bercerita soal para tetangganya, mulai maling, koruptor, hingga Hercules."Surgaku kini di Polda Metro Jaya," tulis Lia. Selama ini, komunitas Lia Eden menyebut rumah dua lantai di Jalan Mahoni 30 sebagai surga.Berikut ini naskah lengkap puisi Lia Eden yang sejak mengajarkan keyakinannya banyak berbicara lewat puisi:Andai KutahuSaat ku tak melihat bulanAtau pun matahariSeperti di lorong yang penuh debuAda maling di sekitarkuJuga koruptor KPUSayang, aku di sini sendiriTak ada tempat untuk menangisSetitik air mata tak kuperolehEntah kenapa aku tersenyumMelihat nyamuk-nyamuk yang tak menggigitkuPadahal aku takut terserang DBD selagi di tahanan iniRasanya tak seperti di Surga lagiKetika para tahanan lain tersenyum ramah kepadakuSaatnya aku melihat keberingasan ulamaTak sama dengan keramahan para tahanan di siniTelah terbalikkah dunia?Kaum kriminal jadi ramah, ulama dan aktifis masjid jadi pemberangAku tersenyum kala melihat langit sekejapAku menjemur kesetku di ruang tengahKulihat Hercules menatapku ramahOh, dia yang namanya Hercules?Aku ingat dia yang menyerang kantor Indo PosPara penyerang masuk tahananTapi penyerangku bahkan menuntutku dan aku yang ditahanApalagi ini? Dunia benar-benar terbalikAh, aku melamunkan dunia yang sedang terbalikKeyakinan dan kejahatan disamakanSama-sama dibuiHe, he, he. Aku dibui karena keyakinankuJati diriku sebagai utusan Tuhan yang tak dipercayaHarus dibasuh melalui tekananLebih-lebih lagi Surgaku dan KerajaankuJangan memicingkan mata, sebelum aku selesai mengajarimu menilai Neraka dan Surga He, he, he. Surgaku kini di Polda Metro JayaAda AC di sana, polisinya pun ramahBarangkali supaya Jibril melihat mereka ramah padaku,Atau entahlahPokoknya mereka semua ramah kepadakuAndai kutahu, polisi-polisi itu ternyata santunRamah dan tak minta apa-apa padakuTentu aku tak perlu takut kepada polisiTak satu pun yang mencoba memeraskuPungli untuk jam bezuk pun juga tak mengenaikuSyukurlah. Aku sungguh bersyukurKeteraniayaanku hanya seperti aromanya sajaDi dalam sini penuh senyumAku bahagia di sisi Tuhanku yang tercintaAku bahagia, Jibril mengajariku menyanyiKini aku menyanyi lagu lama sekaliKatanya itu lagu Vogues 1968Ini lagunya:My Special AngelYou are my special angel, Sent up from aboveThe Lord smiled down on meAnd sent an angel to loveYou are my special angelRight from paradiseI know that you're an angelHeaven is in your eyesA smile from your lips Brings the summer sunshineThe tears from your eyes Brings the rainI feel your touchYour warm embraceAnd I'm in heaven againYou are my special AngelThrough eternityI'll have my special angelHere to watch over meYou are my special AngelThrough eternityI'll have my special angelHere to watch over meHere to watch over meangel, angel, angel. Terima kasih Tuhan, ada lagu lama yang menghibur hatikuThank's GodJakarta, 11 Januari 2006Rumah Tahanan Polda Metro JayaAnda punya kesan pada puisi di atas? Kirimkan pada kami di redaksi@saff.detik.com. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads