Ada Anggota DPR Positif Corona, tapi 2 Fraksi Tak Mau Lapor

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 13:15 WIB
Gedung Nusantara I yang diklaim miring 7 derajat
Gedung Nusantara I DPR, tempat anggota Dewan berkantor. (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Kesetjenan DPR mengungkap ada lebih dari 18 anggota Dewan yang terpapar virus Corona. Ada dua fraksi di DPR yang disebutnya tidak melaporkan kasus Corona yang menimpa anggotanya.

"Kami memiliki data sekitar 40, itu 18 (anggota DPR) dari berbagai fraksi, kemudian sekitar 22 ada dari TA (tenaga ahli), ada staf ahli, ada cleaning service, ada pegawai, jadi keseluruhan. Itu jumlah yang disebutkan 40, yang 18 anggota pun itu adalah sebenarnya jumlah yang minimal, karena ada juga anggota-anggota yang menyampaikan secara pribadi ke saya langsung bahwa positif setelah di-swab tapi tidak mau diinformasikan, ada beberapa," kata Sekjen DPR Indra Iskandar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/10/2020).

"Itu pun tidak termasuk. Jadi ini yang disebut 18 dan 40 dengan seluruh TA, SA (staf ahli), dan pegawai serta cleaning service ini adalah jumlah yang kita bisa tracing secara terbuka," imbuhnya.

Laporan soal ada anggota DPR dan staf yang positif Corona menurut Indra sudah sejak 3 minggu yang lalu. Indra tak mau mengungkap asal fraksi anggota yang positif Corona. Namun, menurutnya, ada dua fraksi yang tidak mau melaporkan sehingga data di Kesetjenan kosong.

"(Sebanyak 40 orang) di-tracing dan yang mau disebut. Ada beberapa menolak untuk diinikan (diumumkan), tapi dia ngasih tahu, anggota ada (yang tidak mau disebut). Ada dua fraksi yang tidak... bukan tidak ada, tapi tidak mau melaporkan, jadi kita tulis nol. Saya nggak usah ini (sebut nama fraksi) karena nggak boleh," ungkapnya.

Di sisi lain, Indra mengaku tidak mengetahui dari mana anggota dan staf di DPR terpapar virus Corona. Indra menduga ada yang tertular dari keluarga karena ada staf ASN di DPR yang melaporkan seluruh keluarganya terpapar Corona.

"Kita nggak tahu apakah dari kekuarganya ataukah yang bersangkutan juga misalnya sedang melakukan pendidikan. Jadi kita nggak tahu sumber klasternya. Kalau anggota (Dewan) kita juga nggak tahu klaster di mana kenanya, tapi itu kan kita data supaya kita tahu. Ada anggota juga yang nggak mau didata, dia menyebut positif tapi nggak mau disebut," tutur Indra.

Sebanyak 40 orang anggota dan staf yang positif Corona di lingkungan DPR saat ini masih menjalani isolasi mandiri. Indra mengatakan tidak ada di antara mereka yang dirawat di rumah sakit.

"Saya lebih tepatnya mengatakan masih dalam proses karantina mandiri. Nggak (ada yang dirawat di rumah sakit)," tandasnya.

(azr/dkp)