Pemerintah Diminta Tak Main-main Urus Penembakan WNI
Selasa, 17 Jan 2006 12:28 WIB
Jakarta - Sikap pemerintah menghadapi Timor Leste dalam kasus penembakan WNI di perbatasan oleh polisi negara itu dianggap belum cukup. Pemerintah diminta lebih serius lagi menangani kasus ini."Sikap pemerintah belum cukup," kata Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo dalam interupsinya saat rapat paripurna di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (17/1/2006).Penembakan tiga WNI di perbatasan Timor Leste hanya disikapi pemerintah lewat penyampaian nota keberatan oleh Menlu Hassan Wirajuda.Agar kasus serupa tidak terulang lagi, Tjahjo mengusulkan, agar DPR mem-follow up kasus ini sehingga pemerintah lebih tegas mengatasi kasus penembakan tersebut."Menlu hanya menyampaikan nota keberatan dengan gayanya yang seperti itu di media. Menlu gegabah karena mengecilkan arti nyawa warga bangsa kita," tegas Tjahjo berapi-api.Ia meminta agar DPR secara institusi merespons kasus penembakan terhadap tiga WNI di perbatasan Timor Leste agar tidak terjadi preseden buruk ke depan. Karena jika tidak direspons dengan baik, Indonesia akan dipandang sebelah mata, baik oleh negara yang dulu merupakan provinsi ke 27 itu maupun dunia internasional.Seperti ditahui, beberapa waktu lalu polisi Timor Leste menembak lima WNI yang tengah mencari ikan di Sungai Malibaca. Sungai tersebut memisahkan Desa Tohe, Kecamatan Reihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, dengan Distrik Bobonaro, Timor Leste. Penembakan itu menyebabkan Stanis Maubere (48), Jose Mauhorte (38), dan Candido Mariano (26), tewas. Dua lainnya, Egidio dan Elias Tavares, selamat.
(umi/)











































