Ketua MPR Dorong Pemuda Pancasila Jadi Organisasi Berbasis Big Data

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 12:56 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong organisasi kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) untuk segera mendigitalisasi organisasi berbasiskan big data. Menurutnya dengan adanya big data, lima juga anggota Pemuda Pancasila tak hanya menunjukkan kekuatan dari segi kuantitas tapi juga ormas yang kaya terhadap data.

Menurut Bamsoet, di era Revolusi Industri 4.0, big data menjadi sumber daya kekayaan baru yang jika dimanfaatkan dengan baik bisa mendatangkan berbagai manfaat. Untuk itu, dirinya meminta Pemuda Pancasila membuat basis data keanggotaan by name, by address, bahkan juga mencakup usia, jenis kelamin, alamat dan juga profesi.

"Dari sini akan terlihat peta persebaran kekuatan anggota Pemuda Pancasila untuk kepentingan bela negara," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (7/10/2020).

Hal tersebut disampaikan olehnya usai memimpin Rapat Bidang Organisasi dan Kaderisasi Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, di Jakarta, Selasa (6/10).

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Ketua DPR RI ke-20 ini menekankan sebelum lebih jauh ke pemanfaatan big data 5 juta anggota, Pemuda Pancasila juga perlu merevolusi digitalnya dengan membuat portal website, berita, hingga media sosial yang komunikatif.

Ia mengatakan kader Pemuda Pancasila di berbagai wilayah banyak yang melakukan kegiatan sosial maupun kegiatan positif, namun tak semuanya diketahui oleh publik. Oleh karena itu, website, portal berita, hingga media sosial menjadi sangat penting untuk dikembangkan.

"Melalui ketersediaan informasi yang berkualitas tentang Pemuda Pancasila, akan semakin meningkatkan citra organisasi di mata masyarakat. Pada akhirnya bisa menghilangkan stereotipe premanisme yang kadang melekat di tubuh Pemuda Pancasila," tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Kaderisasi ini juga mendengarkan laporan perkembangan organisasi Pemuda Pancasila di berbagai wilayah antara lain Bali, Jawa Barat, dan Medan. Dirinya pun meminta pelatihan kaderisasi kembali digalakkan dengan latihan kepemimpinan dan lain-lain.

Menurutnya, Pemuda Pancasila tak boleh berpuas diri karena telah memiliki lima juta anggota. Ia pun mencontohkan misalkan dari lima juta tersebut, jika masing-masing merekrut satu anggota, bisa menggandakan keanggotaan Pemuda Pancasila menjadi sepuluh juta pada 2024, begitupun selanjutnya.

Untuk itu Bamsoet menilai semuanya dimulai dari pelatihan kaderisasi yang berkesinambungan, karena dengan keanggotaan kader yang beraneka ragam, menempatkan Pemuda Pancasila sebagai salah satu kekuatan sosial terbesar bangsa Indonesia, begitupun secara politik.

"Pemuda Pancasila memang tak secara khusus terafiliasi ke satu partai politik. Ia tidak 'ke mana-mana', tapi ada 'di mana-mana'. Termasuk juga di berbagai partai politik besar, organisasi buruh, pengusaha, ormas, kepemudaan, pengacara, legislatif, eksekutif dan yudikatif," pungkas Bamsoet.

(prf/ega)