Hujan Interupsi Warnai Rapat Paripurna DPR

Hujan Interupsi Warnai Rapat Paripurna DPR

- detikNews
Selasa, 17 Jan 2006 11:20 WIB
Jakarta - Jika di luar gedung DPR hujan deras mengguyur halaman hingga menyebabkan genangan air di mana-mana, di ruang rapat paripurna DPR hujan interupsi tengah berlangsung.Belasan anggota DPR melakukan interupsi saat rapat paripurna DPR baru saja dibuka oleh pimpinan sidang yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno. Para anggota dewan ini mendesak agar rapat paripurna mengagendakan pembacaan pengusul hak angket impor beras.Maklum saja, rapat paripurna yang sudah molor 1 jam dari jadwal hari ini, Selasa (17/1/2006) tidak menjadwalkan pembacaan usul hak angket soal impor beras. Rapat hanya membacakan surat presiden, pengambilan keputusan mengenai hak angket anggota DPR mengenai skandal KKN kredit macet Bank Mandiri. Sementara usul hak angket soal impor beras tak diagendakan."Hak angket harus diagendakan dalam rapat paripurna karena rapat Bamus DPR yang digelar Senin kemarin tidak ada kesepakatan karena tidak kuorum. Sesuai Tatib DPR Ayat 4, jika Bamus tidak dapat mengambil keputusan, dapat dikembalikan ke rapat paripurna dan diputuskan," kata Aryo Bimo dari FPDIP.Interupsi lainya disampaikan oleh anggota FPDIP Gayus Lumbun. Menurut Gayus, waktu datangnya impor beras sudah sangat mepet yakni tinggal 14 hari lagi. Makanya, pembacaan usul harus saat ini karena Bamus tidak ada kesepakatan.Hal sama disampaikan oleh Drajat Wibowo dari FPAN. Menurutnya, agar respon masyarakat soal penolakan impor beras ini segera diambil, maka angket bisa dibacakan dalam rapat paripurna kali ini.Inisiator hak angket impor beras Efiardi Asda dari PPP juga melakukan interupsi. Menurutnya, kondisi masyarakat yang menolak impor beras harus direspon, apalagi saat ini ada 114 orang yang mendukung hak angket. Karenanya, dia meminta kepada semua fraksi DPR untuk membuka hati dan nurani agar pembacaan pendapat pengusul hak angket dibacakan hari ini.Chairul Saleh Rasyid dari PKB juga melakukan interupsi yang mendukung agar DPR segera mengambil sikap mengenai impor beras agar tidak terkesan DPR mandul. Sampai saat ini interupsi masih berlangsung. Pimpinan DPR Mbah Tardjo terlihat kewalahan menghadapi interupsi DPR. Bahkan saat Nusron Wahid dari Partai Golkar interupsi dengan suara keras, Mbah Tardjo menimpali dengan pernyataan, "Ini ruang sidang bukan lapangan. Agak tertib dan pelan," kata dia. Hujan interupsi susul menyusul. Sampai pkul 10.45 WIB hujan interupsi masih terus berlangsung. Rapat paripurna terlambat karena tidak memenuhi kuorum. Setelah ditunggu satu jam, akhirya 277 dari 500 anggota hadir dan sidang dibuka. Dari daftar hadir yang diperolah pimpinan rapat paripurna, dari Partai Golkar hadir 57 dari 129, PDIP 63 dari 167, PPP 20 dari 57 kursi, Partai Demokrat 42 dari 57, PAN 25 dari 53, PKB 15 dari 52, PKS 38 dari 45, FBPD 8 dari 20, PBR 5 dari 14 dan PDS 5 dari 13 anggota dewan. (jon/)


Berita Terkait