Kemenhub dan Dekranas Gelar Pelatihan Kerajinan Tangan di Likupang

Abu Ubaidillah - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 19:51 WIB
Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Pelatihan Wirausaha Baru bagi Pengrajin
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Pelatihan Wirausaha Baru bagi Pengrajin di salah satu destinasi super prioritas dan kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata, Likupang, Sulawesi Utara.

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka mendukung Program Pembangunan Pariwisata pada 5 Destinasi Super Prioritas dan KEK Pariwisata ini dibuka oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perhubungan, Endang Budi Karya di Casabaio Paradise Hotel & Resort Likupang.

Endang mengapresiasi berbagai pihak yang telah bahu-membahu bersinergi dengan baik untuk mendukung pengembangan kriya kerajinan Indonesia, sehingga di tengah pandemi COVID-19, pembangunan Negeri, pelestarian, dan pengembangan produk kerajinan berbasis sumber daya alam, tradisi, dan budaya masih bisa dilakukan.

"Pada kesempatan ini, saya berpesan kepada para peserta, ikutilah kegiatan pelatihan ini dengan baik, serius dan sungguh-sungguh, agar dapat menjadi perajin-perajin muda milenial yang kreatif, produktif dan memperoleh peningkatan pendapatan dari wirausaha kriya," ujar Endang dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2020).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh sekolah di bawah Kementerian Perhubungan, yakni Politeknik Sulawesi Utara. Materi yang diberikan antara lain kewirausahaan, pelatihan kerajinan tangan, promosi, dan distribusi.

Peserta pelatihan berjumlah 59 orang yang terdiri dari keluarga besar Kementerian Perhubungan, pengrajin, TNI, dan Polri di Sulawesi Utara yang terbagi dalam 5 kelompok, yakni kelompok kerajinan wastra, wastra (kaos dan masker), rotan tikus, patung kayu, dan batok kelapa.

Endang mendorong semua pelaku usaha kerajinan untuk lebih peduli dan kreatif di era industri 4.0, salah satunya dengan mendukung sektor pendidikan nonformal atau vokasi untuk menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan tantangan dan kebutuhan di era sekarang. Kurikulum dimaksudkan untuk membuka akses bagi masyarakat guna mendapatkan ilmu dan pelatihan bidang kriya untuk menjadi wirausahawan yang kompetitif dan produktif untuk mewujudkan produsen yang cerdas berbasis teknologi.

"Seperti pesan Ketua Umum Dekranas, Ibu Hj. Wury Ma'ruf Amin pada Munas Dekranas bulan Agustus 2020 lalu, agar di masa pandemi ini, Dekranas mendorong pemasaran produk kerajinan dengan platform online, sehingga dapat memperluas pemasaran produknya," imbuh Endang.

Endang juga mengatakan perlu adanya peningkatan kualitas desain dan kemasan produk agar sesuai dengan selera pasar sehingga produk kerajinan tangan dapat bersaing di pasar global.

Untuk diketahui, wilayah Likupang terdiri dari Likupang Barat, Timur, dan Selatan. 3 wilayah tersebut memiliki luas ratusan kilometer. Jarak dan infrastruktur masih jadi kendala bagi pengrajin di sana. Maka dari itu pelatihan kerajinan rakyat, pendidikan kecakapan wirausaha, dan digitalisasi kewirausahaan untuk mendukung pariwisata super prioritas Likupang akan menjadi sangat penting.

Endang mengatakan kegiatan ini merupakan sinergi antara Kementerian Perhubungan, Dekranas, Dekranasda, serta mitra kerja dalam membimbing, melatih, dan mendampingi peserta pelatihan kriya sesuai kebutuhan kerajinan daerah setempat.

"Dengan pelatihan ini diharapkan akan tercipta produk-produk kriya berkualitas yang berbasis wastra membuat selop tenun, topi, masker kain dan t-shirt, berbasis rotan dan batok akan dibuat kriya home decor dan berbasis kayu akan dibuat patung boneka pakaian adat," ungkapnya.

Ia juga mengatakan Kemenhub akan menambah wawasan pengrajin dan pembelajaran kewirausahaan dengan pokok bahasan antara lain wirausaha bidang kriya, product development, pengembangan bisnis dan pemasaran, serta pendampingan rintisan usaha dengan pokok bahasan pemasaran dan penjualan konvensional dan e-marketing digital.

Endang berpesan kepada panitia, instruktur, peserta, dan seluruh pihak yang terlibat untuk tetap menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah, seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker agar dapat memutus rantai penyebaran COVID-19.

Sementara itu, Ketua DWP Ditjen Perhubungan Laut, Suheni Agus H. Purnomo mengatakan dalam laporannya tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan dalam berinovasi dan berkreasi para pengrajin di wilayah Sulawesi Utara agar dapat menghasilkan produk kerajinan tangan unggulan, meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam, seni, budaya, dan kearifan lokal Sulawesi Utara, meningkatkan pemasaran melalui efektivitas promosi dengan memperluas jaringan pemasaran, dan meningkatkan daya saing produk kerajinan tangan unggulan di wilayah Sumatera Utara.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara, Moejiono. Ia mengatakan kegiatan ini adalah salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan tambahan kompetensi bagi pengrajin. Kompetensi tidak hanya terkait kerajinan tangan, namun juga pengelolaan yang marketable dan bisa diandalkan untuk menjadi pendapatan masyarakat Likupang.

Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut turut hadir dan berpartisipasi secara virtual Sekretaris Jenderal Dekranas, Gati Wibawaningsih; Wakil Ketua Harian 1 Dekranas, Loemongga Agus Gumiwang; Wakil Ketua Harian 2 Dekranas, Nanny Hadi Tjahyanto; Wakil Ketua Harian 3 Dekranas, Yantie Isfandiary Airlangga; Penanggung Jawab kegiatan Bidang Wirausaha Baru di destinasi Likupang, Inong Fajar Prasetyo; Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Likupang, Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, serta para ketua dan anggota DWP di lingkungan Kementerian Perhubungan.

(akn/ega)