Kejagung Periksa Dirut Jiwasraya Jadi Saksi Tersangka Korporasi

Wilda Nufus - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 18:34 WIB
Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan kasus Djoko Tjandra di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Selasa (4/8/2020). Kejaksaan Agung (Kejagung) mendalami dugaan adanya pelanggaran pidana yang dilakukan Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait pertemuannya dengan Djoko Tjandra.   ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.  *** Local Caption ***
Hari Setiyono (Antara/Reno Esnir)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Direktur Jiwasraya Hexana Tri Sasongko dalam kasus Jiwasraya. Hexana diperiksa sebagai saksi untuk tersangka korporasi PT OSO Capital Management Investasi.

"Saksi untuk tersangka PT OSO Capital Management Investasi yaitu Hexana Tri Sasongko selaku Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum, (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono dalam keterangan pers tertulis, Selasa (6/10/2020).

Hari mengatakan pemeriksaan ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-33/F.2/Fd.1 /12/2019 tanggal 27 Desember 2019. Hari menyebut pemeriksaan ini untuk menyelesaikan berkas perkara tersangka baru dari oknum Pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi dan 13 manajer investasi.

"Pemeriksaan saksi perkara dengan tersangka korporasi dan oknum pejabat OJK," kata Hari.

Sementara itu, Hexana angkat bicara terkait pemeriksaan hari ini. Dia mengatakan penyidik menanyakan seputar fakta-fakta mengenai kasus perusahaan pelat merah itu.

"Ya memberikan keterangan saja sebatas yang saya ketahui, saya kan datang belakangan ya, jadi saya hanya fakta saja," kata Hexana usai diperiksa.

Hexana mengaku sudah sering kali menjadi saksi untuk tersangka korporasi. Tentu, sebutnya, hal ini guna menyelesaikan perkara kasus perusahaan yang sekarang dipimpinnya itu.

"Banyak, menyelesaikan semuanya," tuturnya.

Diketahui, Kejagung sudah menetapkan seorang tersangka baru serta 13 korporasi sebagai tersangka dalam rangkaian kasus Jiwasraya. Tersangka anyar itu disebut merupakan pejabat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Fakhri Hilmi, yang pada saat itu menjabat Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal II a periode Januari 2014-2017.

Sementara itu, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim serta mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan sudah menjalani persidangan. Hendrisman dituntut 20 tahun penjara dan Syahmirwan dituntut 18 tahun penjara.

Untuk sidang tuntutan Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro ditunda oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Penyebabnya, Benny terkonfirmasi positif Corona (COVID-19).

Hal itu diketahui sebelum sidang dibuka di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (24/9). Benny Tjokro saat ini sedang dirawat di RS Adhyaksa.

Selain Benny Tjokro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat sedang dirawat di RS Adhyaksa karena positif Corona. Sidang tuntutan Heru juga ditunda.

"Jadi terdakwa Heru sudah kita bantar, artinya dia nyata secara hukum dianggap sakit, sehingga orang sakit sudah pasti nggak bisa ikut sidang. Jadi untuk Saudara Heru kita nyatakan tidak bisa diikutkan," kata hakim Rosmina.

Terdakwa lainnya, yakni mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto, dituntut jaksa penuntut umum dengan hukuman penjara seumur hidup.

(knv/knv)