Habiburokhman Cerita Dibully Sampai HP Hang Gegara UU Cipta Kerja

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 15:55 WIB
Ketua Bidang Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman
Habiburokhman (Dok Istimewa)
Jakarta -

Trending di media sosial (medsos) berisi hutajan kepada instansi DPR RI pasca-pengesahan UU Cipta Kerja. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Habiburokhman, mengaku juga ikut kena bully atau perundungan karena pengesahan itu.

Pantauan detikcom di platform medsos Twitter pada Selasa (6/10/2020) sekitar pukul 13.35 WIB, tampak hashtag dan kalimat 'DPR PENGHIANAT', 'DPR RI PEMBOHONG', 'TOLAK OMNIBUS LAW', hingga '#DPRRIKhianatiRakyatDPR' menjadi trending topic di Twitter. Trending tersebut sudah hadir sejak pagi tadi.

"Kami terbuka atas kritikan sekeras apapun dari masyarakat selama masih dalam koridor hukum," kata Habiburokhman kepada wartawan pada Selasa (6/10/2020).

Habiburokhman, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, mengatakan DPR sudah menyerap aspirasi semua pihak secara maksimal. Ia mencontohkan perihal terkait hak cuti yang tidak dihilangkan dalam UU Ciptaker.

"Kami sudah maksimal melakukan penyerapan aspirasi dan mengakomodirnya dalam UU tersebut, antara lain soal hak cuti yang sama sekali tidak dihilangkan sampai dengan putusan-putusan MK (Mahkamah Konstitusi) yang relevan dengan RUU tidak diganggu gugat," ujar Habiburokhman.

Menurut Habiburokhman, masyarakat yang masih protes terhadap Omnibus Law Ciptaker dapat mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). "Kalau memang dinilai bermasalah mereka bisa ajukan gugatan ke MK," katanya.

Lebih lanjut, Habiburokhman mengungkapkan dirinya juga kerap dirundung masyarakat di medsos. Namun, ia mengaku tidak terbawa perasaan (baper) atas rundungan itu.

"Saya juga dirundung di semua medsos saya, termasuk WA, tapi saya nggak baper. Saya lihat sebagian besar pernyataan mereka meskipun pedas tapi masih dalam koridor demokrasi," ungkap Habiburokhman.

Bahkan Habiburokhman mengaku mendapat banyak pesan bernada bully sampai ponselnya hang. Meski sempat stres, ia tetap menghadapinya karena hal tersebut merupakan risikonya sebagai wakil rakyat.

"Saya mendapat ribuan WA bernada kecaman. Benar terkait UU Ciptaker. Sampai HP saya hang," aku dia.

"Streslah tapi itu kan risiko saya, semaksimal mungkin kecaman saya jawab dengan penjelasan," imbuh Habiburokhman.

Selain itu, Habiburokhman mengatakan semua kritik tersebut berasal dari masyarakat. Dalam menghadapi kritik itu, ia pribadi memilih memberikan penjelasan terkait UU Ciptaker daripada menindak mereka ke ranah hukum.

"Mereka yang mengkritik itu khan rakyat, saya lebih memilih membuat penjelasan soal UU Ciptaker ini daripada mempidanakan mereka," tutur dia.

Pengesahan UU Cipta Kerja berisi aturan ketenagakerjaan itu mengundang kekecewaan. Hal ini banyak diperbincangkan netizen hingga menjadi trending topic di media sosial.

(elz/tor)