Ahmad Syaikhu Jadi Presiden PKS, NasDem-PPP Hormati Komitmen Sikap Oposisi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 08:24 WIB
Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu tak setuju dibangun pintu keluar darurat di jalan tol layang Japek.
Presiden PKS yang baru, Ahmad Syaikhu (Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Jakarta -

Presiden PKS yang baru, Ahmad Syaikhu, menyatakan partainya tetap memilih sikap sebagai oposisi. PPP yang merupakan partai pendukung pemerintah menghormati sikap PKS tersebut.

"PPP mengucapkan selamat kepada Ustaz Ahmad Syaikhu dan Habib Aboe Bakar atas amanah baru yang diemban sebagai Presiden dan Sekjen PKS. Kami di PPP juga menghormati posisi politik yang tetap akan dibawakan oleh PKS sebagai partai di luar pemerintahan," kata Sekjen PPP Arsul Sani saat dihubungi, Senin (5/10/2020).

Arsul SaniArsul Sani (Mochamad Zhacky Kusumo/detikcom)

Arsul mengatakan posisi politik sebuah partai baik di dalam atau di luar pemerintahan itu sama mulianya. Menurutnya, yang paling penting tujuan dari berpolitik itu adalah memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Setiap partai terlepas dimanapun positioning politiknya--apakah di dalam atau di luar pemerintahan--tidak berarti positioning partai ini lebih prorakyat. Sikap lebih prorakyat ini akan dilihat tidak dari positioning politiknya, namun dari apa yang diperjuangkannya, baik di dalam maupun di luar parlemen," ujarnya.

Sementara partai pendukung pemerintah yang lain, NasDem juga menghargai sikap PKS itu. Ketua DPP NasDem, Willy Aditya, mengatakan keberadaan oposisi memang dibutuhkan dalam sebuah negara demokrasi.

"Keberadaan oposisi selalu dibutuhkan dalam sebuah negara demokrasi. Tanpa oposisi, kekuasaan bisa-bisa jadi tiran nantinya. Apalagi komitmennya adalah senantiasa menjadi bagian dari solusi dan bukan bagian dari masalah. Jadi NasDem tetap dan harus menghargai sikap dan pendirian PKS," tuturnya.

Ketua DPP Nasdem, Willy AdityaKetua DPP NasDem Willy Aditya (Lisye/detikcom)


Sebelumnya, PKS resmi mengumumkan susunan kepengurusan baru masa khidmat 2020-2025. Habib Salim Segaf Aljufrie terpilih lagi sebagai Ketua Majelis Syura (MS) PKS, sedangkan Ahmad Syaikhu ditunjuk sebagai Presiden PKS menggantikan Mohamad Sohibul Iman.

Proses pemilihan Pengurus PKS masa bakti 2020-2025 berlangsung pada sidang Musyawarah Majelis Syura PKS di Bandung, Senin (5/10). Selain Ahmad Syaikhu jadi Presiden PKS, PKS menunjuk Habib Aboe Bakar Alhabsyi sebagai Sekretaris Jendral menggantikan Mustafa Kamal.

Setelah ditetapkan sebagai Presiden PKS, Ahmad Syaikhu berterima kasih kepada Mohamad Sohibul Iman. Ia juga berbicara posisi partai saat ini.

"Sikap politik PKS tetap istiqomah bersama rakyat menjadi kekuatan oposisi mengawal dan mengawasi jalannya roda pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Meskipun PKS di luar pemerintahan, PKS berkomitmen menjadi partai yang siap turun tangan menyelesaikan berbagai permasalahan yang membebani rakyat. PKS akan hadir sebagai bagian dari solusi bukan bagian dari masalah," kata Syaikhu.

(ibh/idn)