Pembobol Akun Bank-Grab Beraksi dari Dalam Hutan, Bekali Diri Pakai Senpi

Kadek Melda - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 23:50 WIB
Konferensi pers kasus pembobolan bank yang rugikan Rp 146 M di Mabes Polri
Barang bukti kasus pembobolan. (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri mengatakan sindikat pembobol akun nasabah bank dan Grab asal Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), melakukan aksi kejahatan dari dalam hutan. Mereka pun mempersenjatai diri dengan senjata api rakitan.

"Pelaku ini operasinya, mengoperasikan daripada kegiatan-kegiatan untuk mengambil alih akun di hutan," jelas Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2020).

Di dalam hutan, lanjut Argo, terdapat gubuk-gubuk yang dijadikan markas sindikat ini. Hutan tersebut terletak di samping kampung mereka.

"Ada beberapa gubuk di sana. Tiap hari dia transaksi di sana, di samping kampungnya," ujar Argo.

Di gubuk itulah polisi menemukan senjata rakitan. Dalam penangkapan sindikat ini, sambung Argo, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dibantu pasukan Brimob dari Polda Sumsel.

"Itu senjata yang ada di sini (gubuk), dia berjaga-jaga dengan senjata ini. Makanya saat penangkapan kita dibantu Brimob dan Polda setempat. (Senjata api) ini rakitan ya," tutur Argo.

Sebelumnya diberitakan, Bareskrim Polri menangkap sindikat pembobol akun nasabah bank dan Grab dengan total kerugian yang dialami korban Rp 21 miliar.

"Yang Grab (kerugian) Rp 2 miliar. Sisanya (kerugian) perbankan," tutur Argo sebelumnya.

Argo menyampaikan jumlah pelaku yang berhasil diamankan sebanyak 10 orang. Pelaku berinisial AY (19), YL (25), GS (26), K (53), J (50) dan RP (18), KS (28), CP (27), PA (38), dan AH (34).

Para pelaku ditangkap di Kecamatan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pada Sabtu (3/10).

(aud/fjp)