Anies Bakal Wajibkan Seluruh Pegawai Pemprov DKI Donor Darah

Zunita Putri - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 19:52 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Facebook Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Facebook Pemprov DKI Jakarta)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mewajibkan seluruh pegawai Pemprov DKI mendonor darah. Hal ini bertujuan agar stok darah di PMI DKI tidak menurun.

"Seluruh jajaran itu harus donor darah, kecuali yang punya masalah kesehatan. Lalu kita bisa ajak yang lain mengajak instansi lain di jajaran Forkopimda dan ormas," ujar Anies dalam acara pengukuhan panitia bulanan dana PMI, yang disampaikan melalui keterangan pers, Senin (5/10/2020).

Anies optimistis, jika seluruh ASN DKI dan non-ASN mendonorkan darah, PMI tak perlu khawatir akan stok darah. Dia berharap Jakarta menjadi daerah penyangga stok darah.

"Kalau itu kita kerjakan, DKI ini memiliki ASN sekitar 64 ribu, non-ASN sekitar 120 ribu jumlahnya, bisa 180 ribu apabila semua memberikan donor secara berkala, maka insyaallah kita jadi penyangga untuk kebutuhan darah di Jakarta, nanti kita wujudkan dalam bentuk surat," tegasnya.

Dalam acara ini, turut hadir juga Ketua Umum PMI Muhammad Jusuf Kalla dan Ketua PMI DKI Jakarta Rustam Efendi beserta jajaran. Anies juga mengapresiasi PMI karena telah bergerak cepat, khususnya dalam hal penanganan Corona (COVID-19) di Jakarta sejak awal pandemi.

"Kami apresiasi kepada seluruh jajaran PMI, utamanya kepada bapak Ketua Umum PMI, Bapak M Jusuf Kalla yang memulai dengan berbagai macam kegiatan PMI di wilayah DKI Jakarta sejak masa awal pandemi ini terjadi, alhamdulillah manfaatmya kita rasakan terus sampai sekarang," katanya.

Dia mengatakan Bulan Dana PMI 2020 berbeda karena diselenggarakan di tengah kondisi pandemi Corona. Jadi, target penerimaan pun turun menjadi Rp 21 miliar, berkurang dari tahun lalu yang mencapai Rp 26,9 miliar.

"Mudah-mudahan kita bisa lampaui target. Ini mungkin berbeda dengan pertumbuhan ekonomi karena ini pertumbuhannya solidaritas sosial. Insya Allah pertumbuhan solidaritas sosial tak mengalami resesi dan malah tumbuh berkembang," ucap Anies.

"Justru ini masanya kita bisa menggerakkan orang karena kita sedang menghadapi ancaman kemanusiaan. Berkaca pada pengalaman KSBB lalu, ini menjadi sebuah tren yang hampir sama, jadi saya pesan kepada wali kota, perhatikan tren itu bahwa digenjot pada sisi jumlah donaturnya," sambungnya.

(zap/knv)