Mayat Pasien Wanita Dimandikan Pria, MUI Siantar: Ada Petugas yang Nonmuslim

Tim detikcom - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 15:09 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (Thinkstock)
Pematangsiantar -

MUI Pematangsiantar mengungkap fakta lain kasus mayat pasien COVID-19 wanita yang diduga dimandikan petugas pria di RSUD Djasamen Saragih. Dua dari empat petugas pria yang memandikan disebut nonmuslim.

"Ada yang tidak Islam," kata Ketua MUI Kota Pematangsiantar, M Ali Lubis, saat dimintai konfirmasi, Senin (5/10/2020).

Dia mengatakan masalah ini juga sempat dibahas dalam pertemuan MUI Pematangsiantar dengan pihak rumah sakit. Ali menegaskan petugas pria yang bukan mahram memandikan mayat seorang wanita hukumnya haram.

"Kita sudah sampaikan hukumnya tidak boleh, haram," ujarnya.

Sebelumnya, MUI Kota Pematangsiantar memanggil pihak RSUD Djasamen Saragih. Pemanggilan dilakukan karena adanya jenazah pasien Corona wanita yang dimandikan oleh petugas pria di RSUD itu.

"Iya. Itulah mereka laki-laki. Karena suaminya nggak terima, menyampaikan ke kita, itulah semalam kita panggil rumah sakitnya ke kantor MUI," kata Ketua MUI Kota Pematangsiantar, Muhammad Ali Lubis, Kamis (24/9).

Ali mengatakan pasien itu meninggal pada Minggu (20/9). Namun dia tidak menjelaskan status pasien yang meninggal dan dikubur dengan protokol kesehatan itu.

Menurut Ali, dalam pertemuan itu pihaknya mempertanyakan alasan pihak RSUD menggunakan petugas pria untuk memandikan jenazah wanita. Pihak RS disebut beralasan tidak ada petugas wanita untuk memandikan jenazah di RS itu. Ali menegaskan peristiwa itu tidak sesuai dengan tata cara memandikan jenazah dalam hukum Islam.

"Nggak boleh jenazah perempuan dimandikan laki-laki, kecuali suaminya atau mahramnya," tutur Ali.

Suami pasien wanita itu juga disebut sudah membuat laporan ke polisi. MUI Pematangsiantar juga mencabut sertifikat bilal mayit yang memandikan jenazah tersebut.

Pihak RS juga berjanji memperbaiki SOP memandikan jenazah. Selain itu, Pemkot Pematangsiantar sudah bertindak dengan mengganti Direktur RS.

(haf/tor)