Jejak Politik Syaikhu: Dua Kali Gagal Jadi Wagub, Kini Jadi Presiden PKS

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 14:29 WIB
H. Ahmad Syaikhu. (lahir di Cirebon, Jawa Barat, 23 Januari 1965; umur 53 tahun) adalah seorang politikus Indonesia. Ia adalah Wakil Wali Kota Bekasi, Jawa Barat mendampingi Rahmat Effendi yang dilantik pada 10 Maret 2013.[1] Pasangan ini diusung Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebelumnya, Ahmad Syaikhu merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS.
Ahmad Syaikhu (Foto: Dikhy Sasra/detikcom)
Jakarta -

Ahmad Syaiku resmi menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Syaikhu terpilih menggantikan Sohibul Iman melalui sidang Musyawarah Majelis Syura PKS.

Jejak politik Syaikhu cukup berliku. Sebelum ditunjuk sebagai Presiden PKS pada hari ini, Senin (5/10/2020), Politikus PKS itu pernah dua kali gagal menjadi wakil gubernur.

Kegagalan pertama saat ia maju calon Wakil Gubernur Jawa Barat pada Pilkada 2018 lalu. Syaikhu kala itu maju mendampingi Mayjen Purnawirawan Sudrajat yang diusung Partai PKS dan Gerindra.

Saat itu, ada 4 calon gubernur dan wakil gubernur yang maju di Pilgub Jabar 2018. Di antaranya, Ridwan Kamil-Uu Ruhzanul Ulum, Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan, Sudrajat-Ahmad Syaikhu dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Syaikhu bersama Sudrajat pun harus menelan pil kekalahan. Keduanya hanya memperoleh 6.317.465 suara atau setara dengan hitungan 28,74 persen. Jumlah itu selisih 4,14 persen dari Ridwan Kamil dan Uu yang mengantongi 7.226.254 suara atau 32,88 persen.

Tahun 2019, Syaikhu kembali menelan pil pahit lantaran gagal menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. Namanya dicoret dari daftar calon pendamping Anies Baswedan di DKI Jakarta.

Pasalnya, kala itu pemilihan Wagub DKI menghadapi jalan buntu di DPRD DKI Jakarta hingga berlarut-larut. Dua nama yang diusulkan Gerindra dan PKS untuk mengisi kekosongan kursi Wagub yang ditinggalkan Sandiaga Uno, yakni Syaikhu dan Agung Yulianto mendapat penolakan dari DPRD DKI.

Alhasil, surat rekomendasi untuk keduanya pun dicabut. Dua nama baru Cawagub DKI, yakni Nurmansyah Lubis dan Ahmad Riza Patria - yang kini Wagub DKI -pun kemudian disetorkan.

"Saya bawa surat yang ditujukan kepada gubernur yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Surat ini cabut surat terdahulu, di surat ini sudah setuju dua nama. Satu, Nurmansyah Lubis, dan dua, Ahmad Riza Patria," ucap Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat konferensi pers di Ruang Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (20/1).

Selanjutnya
Halaman
1 2