Tak Beri Izin Demo, Polisi Imbau Massa Buruh Tidak Demo di Jakarta

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 11:07 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya menegaskan tidak mengeluarkan izin terkait pelaksanaan demo buruh di depan DPR RI, mengingat kondisi pandemi Corona. Polisi pun mengimbau agar massa tidak datang ke Jakarta.

"Kita sudah imbau preemtif, kita kedepankan kita sudah imbau kepada serikat-serikat buruh pekerja yang ada kita sudah imbau supaya tidak usah melaksanakan (demo)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Untuk mengantisipasi hal itu, Polres-Polres wilayah juga diminta melakukan penyekatan.

"Di masing-masing wilayah juga kita telah sampaikan di wilayah-wilayah yang mau berangkat kita bubarkan, kita sampaikan supaya mereka tidak datang ke sini," ujar Yusri saat dihubungi wartawan, Senin (5/10/2020).

Meski begitu, Polda Metro Jaya tetap menyiapkan pengamanan di depan gedung DPR. Polisi akan mengimbau massa untuk tidak demo.

"Diimbau secara persuasif humanis untuk kita pulangkan kepada mereka semua supaya tidak usah demo. Itu imbauan. Situasi sekarang ini sudah darurat kesehatan di Jakarta, jangan lagi menambah klaster baru," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Yusri mengatakan telah menerjunkan 9.346 personel. Para personel tersebut akan melakukan patroli untuk meminta para serikat buruh agar tidak melakukan demo di depan Gedung DPR.

"Kita sudah lakukan imbauan sebagai preemtif dan preventif, kita lakukan patroli (kalau) ketemu mereka semua kita minta pulang mereka semua," pungkas Yusri.

(mei/mei)