Walkot Tangerang Minta Warga Waspada Klaster Berteduh Saat Musim Hujan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 07:54 WIB
Walkot Tangerang Arief Wismansyah
Walkot Tangerang Arief Wismansyah (Foto: dok.detikcom)
Tangerang -

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengimbau kepada pengendara kendaraan bermotor memperhatikan jarak jika terpaksa harus berteduh bersamaan dengan pengendara lain. Hal itu dilakukan mengingat penyebaran COVID-19 dapat terjadi di lokasi berteduh.

"Jangan sampai muncul klaster berteduh penyebaran COVID-19. Tetap jaga jarak ketika berteduh di lokasi yang bersamaan dengan yang lain," ujar Arief di Tangerang, dikutip dari Antara, Senin (5/10/2020).

Arief menjelaskan penyebaran COVID-19 di Kota Tangerang disebabkan sejumlah faktor, yakni adanya klaster baru, seperti keluarga, perkantoran, perdagangan dan klaster olahraga. Karena itu, dia pun memimta warga untuk selalu disiplin penerapan 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker dan sering mencuci tangan.

Pemkot Tangerang pun telah membatasi kegiatan keramaian dalam upaya menekan kasus COVID-19, termasuk kegiatan rapat di ruangan yang diganti menjadi sistem daring.

Arief juga mengingatkan warga Kota Tangerang agar lebih mengantisipasi tingginya intensitas curah hujan yang kemungkinan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Informasi dari BMKG, cuaca ekstrem kemungkinan akan terjadi di beberapa daerah, termasuk Kota Tangerang," katanya.

Selain itu, dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika berkendara di jalan. Mengingat potensi hujan disertai angin yang terjadi dapat membahayakan pengendara.

"Kalau hujan lebat dan angin kencang, upayakan untuk tidak berteduh di bawah pohon. Sebisa mungkin selalu sedia jas hujan kalau mengendarai motor. Karena sekarang informasinya sudah masuk musim hujan," ujar Arief.

Sementara, Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Kota Hendri Pratama meminta warga untuk mewaspadai pohon tumbang. Dia menjelaskan, pohon tumbang sifatnya force majeure yang susah diprediksi. Karena itu, pilihan terbaik adalah menepi saat terjadi cuaca ekstrem.

"Petugas sudah melakukan pemeriksaan terhadap pohon yang rawan tumbang ketika tertiup angin kencang dan langsung dilakukan pemangkasan. Namun kewaspadaan tetap harus diutamakan," ujarnya.

(mae/eva)