Ingin Pasokan Pupuk, Petani Harus Berkelompok

Ingin Pasokan Pupuk, Petani Harus Berkelompok

- detikNews
Selasa, 17 Jan 2006 00:44 WIB
Jakarta - Semboyan 'bersatu kita teguh bercerai kita runtuh' agaknya tepat untuk menggambarkan kondisi petani Indonesia. Untuk mendapatkan pasokan pupuk, petani harus memiliki sebuah kesatuan yakni kelompok tani.Kelompok tani ini dicetuskan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan Fahmi Idris agar petani mendapatkan pasokan pupuk. Kelompok tani ini nantinya yang membuat sebuah perencanaan definitif kebutuhan kelompok sehingga kebutuhannya pasti terpenuhi."Sistem distribusi akan efektif kalau pengguna pupuk, ya para petani ini mempunyai organisasi yang solid seperti kelompok tani. Kelompok ini terkoordinir jelas anggota-anggotanya sehingga akan terhindar penyalahgunaan peredaran pupuk," kata Fahmi di sela-sela kampanye makan baso, mi, tahu bebas formalin, di Gedung KOPTI, Jl. Kalibata Tengah, Jakarta, Senin(16/1/2005).Fahmi menjelaskan bahwa Menteri Pertanian Anton Apriyantono telah mengeluarkan surat edaran tertanggal 26 Desember 2005 yang berisi penentuan HET. Dari surat ini, ditentukan juga daerah-daerah yang membutuhkan berbagai macam jenis pupuk yang bersubsidi itu."Seluruh daerah ketahuan jumlah kebutuhan pupuk yang bersubsidi itu. Jadi tidak mungkin suatu daerah tiba-tiba meminta 500 ton, padahal biasanya kebutuhannya hanya 100 ton," tambah Fahmi.Ditambakan Fahmi, memang ada beberapa petani yang kurang mengorganisir diri sehingga kurang terdata berapa kebutuhan pupuk di daerahnya. "Tapi sebagian besar, kelompok tani terorganisir dengan baik. Berdasarkan mereka itulah sistem ini dapat berjalan dengan baik," ujarnya. (wiq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads