Jubir Wapres soal Kasus 'Kakek Sugiono': Pelaku Harus Petik Pelajaran

Ilman Nafi'an - detikNews
Minggu, 04 Okt 2020 10:52 WIB
Ketua Majelis MUI bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi
Juru Bicara Wapres Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi (Akhmad Mustaqim/detikcom)
Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin telah memaafkan pelaku pengunggah kolase dirinya dan 'Kakek Sugiono', Sulaiman Marpaung. Juru bicara Wapres Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk mempertimbangkan status hukum pelaku.

"Kalau yang urusan tidak dipenjara itu kan urusannya polisi ya, jadi Kiai Ma'ruf memang lagi meminta lewat ajudan Wapres yang dari polisi untuk berkoordinasi dengan Mabes Polri, Bareskrim lah, gimana langkah-langkahnya. Karena menurut Kiai Ma'ruf dari sisi kemanusiaan artinya harus dipertimbangkan," ujar Masduki saat dihubungi, Minggu (4/10/2020).

Dengan koordinasi itu, kata Baidlowi, Istana Wapres berharap pelaku dibebaskan. Pihaknya juga tengah menunggu hasil dari koordinasi tersebut.

"Iya (Istana Wapres harap pelaku dibebaskan). Jadi sekarang lagi koordinasi antara Istana Wapres dengan Bareskim. Mungkin mudah-mudahan dalam sehari, dua hari sudah ada keputusan," ucapnya.

Baidlowi mengatakan kemanusiaan menjadi salah satu alasan Ma'ruf ingin pelaku dibebaskan. Namun, kata Baidlowi, putusan untuk membebaskan pelaku berada pada Bareskrim Polri.

"Sangat tergantung dari pihak Bareskrim, karena akhirnya yang sekarang itu lebih pada pertimbangan Bareskrim seperti apa, tapi dari sisi Istana Wapres kehendaknya seperti itu (pelaku dibebaskan), sudah dianggap cukup lah, efek jera sudah cukup, pertimbangan kemanusiaan saya kira juga penting," ucapnya.

Baidlowi juga mengingatkan untuk berhati-hati dalam bermedia sosial. Terlebih kalau bahan bacaan di media sosial itu merupakan berita bohong atau hoaks.

"Dari sisi pembelajaran pun saya kira juga masyarakat sudah tahu, bahwa ini betapa bahayanya kalau membaca media sosial itu tidak hati-hati, karena yang dibaca itu hoaks ya, gorengan, yang ada di dalam media sosial," kata Baidlowi.

Lebih lanjut, Baidlowi berharap peristiwa itu dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Literasi masyarakat dalam media sosial juga diharapkan semakin matang.

"Publik saya kira sudah tahu sebagai proses pembelajaran untuk bagaimana kita makin matang dalam literasi media sosial," katanya.

Sebelumnya diberitakan, eks Ketua MUI tingkat kecamatan di Tanjungbalai, Sulaiman Marpaung, meminta maaf kepada Wapres Ma'ruf Amin dan meminta agar tak dibui. Sulaiman bahkan menyampaikan bersedia mencium tangan dan kaki Ma'ruf Amin agar bisa dimaafkan.

Seperti diketahui, Sulaiman ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri setelah mengunggah kolase foto Wapres Ma'ruf Amin dan bintang porno Jepang, Shigeo Tokuda alias Kakek Sugiono, di laman akun Facebook-nya. Posting-annya kemudian viral.

"Anak saya 4. Yang nomor 1 kelas III SD, umur 10 tahun. Baru yang kedua umur 5 tahun, yang ketiga umur 3 tahun, yang keempat umur 1 tahun. Makanya saya memohon, memohonlah saya kepada Pak Kiai, saya memang tak tahu atau tak sengaja ataupun apa. Saya mohon maaflah, saya menyesal, saya khilaf. Dengan 10 jari saya menghancurkan tangan saya. Saya mohon maaf. Kalau perlu, saya cium segala tangan pun, kaki saya cium boleh, karena saya memikirkan keluarga," ungkap Sulaiman kepada detikcom di Bareskrim Polri, Jumat (2/10) malam.

Sulaiman mengaku tak tahu perbuatannya akan berakibat fatal. Dia mengaku, setelah posting-annya viral, seorang temannya mengingatkan dia soal risiko hukum mem-posting kolase foto Wapres Ma'ruf dengan 'Kakek Sugiono'.

"Tidak tahulah (posting-annya mengandung unsur pidana) karena tak terpikir saya di situ, bahwa mem-posting itu saya menghina negara, menghina kepala negara. Setelah itulah pukul 16.30 saya buka (ponsel), saya lihat, karena kawan telepon bahwasanya itu status sudah riuh, rusuh, barulah saya hapus. Setelah saya hapus itu, itulah barulah saya tahu 'Oh, iya kiai ini Wakil Presiden'. Begitulah. Iya, setelah itu baru tahulah ada kawan bilang 'kena undang-undang' apa segala macam," tutur Sulaiman.

Tonton juga 'Tangis Pengunggah Foto Kolase Ma'ruf Amin-Kakek Sugiono':

[Gambas:Video 20detik]

(man/gbr)