Sempat Pingsan, Korban SUTET Nekad Mogok Makan
Senin, 16 Jan 2006 20:25 WIB
Jakarta - Setelah dideru derasnya hujan, salah satu aktivis korban Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), Nurdin (42) sempat pingsan saat menggelar aksi di depan gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Senin (16/1/2006). Namun peristiwa itu tidak menyurutkan niatnya melanjutkan aksi mogok makan. Kejadian berawal ketika kelompok Solidaritas Aksi Korban Sutet Indonesia (SAKSI) menanti hasil dialog antara perwakilan kelompoknya dengan anggota Komisi VII DPR RI pada pukul 10.30 WIB. Selama penantian di derasnya hujan itu, pada pukul 12.00 WIB, salah satu aktivis korban SUTET, Nurdin tidak sadarkan diri. Nurdin langsung dilarikan ke RS Cipto Mangungkusumo (RSCM), Jl Diponegoro, Jakarta Pusat. Sesampainya di RSCM, pria asal Cianjur ini dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Penyakit Dalam. Ketika detikcom mengunjungi Nurdin, dia sudah dalam keadaan sadar. Namun pihak rumah sakit melarang detikcom untuk mewawancarai Nurdin. "Masalah yang dihadapi Nurdin adalah tidak adanya asupan makanan sehingga membuat iritasi di usus dan lambung," ujar dokter jaga di IGD, dr Muhadi kepada detikcom, Senin (16/1/2006). Nurdin yang terbaring tanpa ditemani keluarganya itu masih bertekad melanjutkan aksi. Ini diperlihatkan dari jahitan di mulutnya yang enggan dilepasnya. "Ia juga menolak asupan makan melalui mulut. Akhirnya digunakan infus makanan melalui suntikan," tambah Muhadi. Saat ini, Muhadi masih mengasumsikan bahwa Nurdin mengidap dehidrasi. Namun lebih jelasnya, ditambahkan Muhadi, harus menunggu hasil laboratorium terhadap Nurdin. Sementara itu, koordinator SAKSI, Mustar Bonaventura menegaskan tidak akan mengambil hasil laboratorium itu. "Karena kami tidak akan menghentikan aksi mogok makan," jelas Mustar.
(wiq/)











































