Round-Up

Lurah DKI Diminta Siaga Banjir Dampak La Nina

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 04 Okt 2020 04:59 WIB
Ilustasi fokus Hujen Eksrem Guyur Jakarta (bukan buat insert) (Ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom)
Foto: Ilustasi fokus Hujen Eksrem Guyur Jakarta (Ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan beberapa wilayah di Indonesia akan memasuki musim hujan awal Oktober ini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta lurah di lokasi rawan banjir untuk siagakan Satgas Banjir.

Deputi Bidang Klimatologi, BMKG, Herizal menjelaskan fenomena iklim di Indonesia pada akhir September. Herizal menjelaskan, pada akhir September 2020, terjadi anomali iklim karena La Nina sedang berkembang.

"Hingga akhir September 2020, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator menunjukkan bahwa anomali iklim La Nina sedang berkembang. Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir dengan nilai anomali telah melewati angka -0.5°C, yang menjadi ambang batas kategori La Nina. Perkembangan nilai anomali suhu muka laut di wilayah tersebut masing-masing adalah -0.6°C pada bulan Agustus, dan -0.9°C pada bulan September 2020," kata Herizal, dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2020).

Herizal mengatakan berdasarkan cacatan sejarah, episode dingin daerah pasifik ini akan menyebabkan peningkatan curah hujan. Namun dampak La Nina ini tidak seragam di seluruh wilayah Indonesia.

"Catatan historis menunjukkan bahwa La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40% di atas normalnya. Namun demikian dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia," tuturnya.

Pemprov DKI Jakarta merespons data BMKG dengan meminta warganya waspada. Jakaran pemerintahan sampai tingkat kelurahan diminta untuk bersiaga.

"Kami mengimbau agar masyarakat dapat waspada dan menjaga diri dari hujan angin. Kami juga telah mengimbau kepada OPD terkait, para camat dan lurah daerah rawan banjir atau longsor, agar turut mengantisipasi dengan menyiagakan PPSU dan Satgas Banjir/dinas SDA kecamatan. Masyarakat dapat menghubungi 112 apabila membutuhkan bantuan," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Sabdo Kurnianto dalam keterangannya, Sabtu (3/10).

Tonton juga 'Jurus Anies Cegah Pengungsian Banjir Jadi Klaster Baru Corona':

[Gambas:Video 20detik]

(aik/maa)