Pascapenyisiran, KPK Steril Dari Bom
Senin, 16 Jan 2006 19:28 WIB
Jakarta - Ancaman bom melalui telepon kepada staf Sekretariat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata omong kosong. Satu setengah jam penyisiran, aparat tidak menemukan bahan-bahan yang mengandung peledak. "Setelah penyisiran, gedung KPK dinyatakan clear dari benda-benda yang dicurigai sebagai bom," kata Komandan Tim Deteksi Bom Paspampres Zulfikri kepada wartawan usai penyisiran di gedung KPK Jl Veteran III Jakarta, Senin (16/1/2006). Penyisiran yang dilakukan oleh timnya, menurut Zulfikri dilakukan secara menyeluruh di gedung KPK, termasuk lapangan parkir dan mobil-mobil yang beradadi gedung itu. Alat penyisiran yang digunakan tim itu yakni scan-track dan detector explosive yang dilakukan pada tangga-tangga di lantai 1 hingga ke atap gedung.Sementara itu, dalam siaran pers yang berasal dari pimpinan KPK membenarkan adanya ancaman bom tersebut. Dijelaskan dalam rilis itu, seorang staf sekretariat pimpinan KPK menerima telpon gelap sekitar pukul 15.05 WIB. "Penelpon mengatakan ada bom yang diletakkan di bawah salah satu tangga gedung KPK," demikian siaran pers yang diterima wartawan di KPK. Namun dalam rilis itutidak mengungkapkan jenis kelamin pemilik suara yang memberikan ancaman bom itu. "Saya minta agar KPK segera menyelidiki penelpon gelap yang telah melakukan ancaman bom ke gedung KPK," tandas Zulfikri.Penyisiran yang dilakukan oleh aparat keamanan KPK dan tim Paspampres itu tidak menghentikan proses penyidikan terhadap 5 tersangka kasus suap di MahkamahAgung.
(wiq/)











































