PPP Puji Bareskrim Cepat Tangkap Pengunggah Kolase Ma'ruf-'Kakek Sugiono'

Elza Astari Retaduari - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2020 18:34 WIB
Pengunggah kolase foto Wapres Maruf Amin dengan Kakek Sugiono, Sulaiman Marpaung, tiba di Bareskrim Polri (Kadek Melda Luxiana/detikcom).
Foto: Bareskrim menangkap pengunggah kolase foto Wapres Ma'ruf Amin dengan 'Kakek Sugiono', Sulaiman Marpaung. (Kadek Melda Luxiana/detikcom).
Jakarta -

PPP mengapresiasi Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo dan jajaran yang cepat menangkap pengunggah foto kolase Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan bintang porno Jepang, Shigeo Tokuda alias Kakek Sugiono. PPP juga mendukung Polri menindak siapapun yang melakukan penghinaan kepada ulama.

"PPP merespons positif langkah Bareskrim yang cepat menangani kasus kolase foto Wapres KH Ma'ruf Amin dengan menangkap pelaku. Bagi PPP ini bukan karena KH Ma'ruf Amin menjabat sebagai Wakil Presiden tetapi lebih karena beliau adalah ulama yang sekaligus tokoh yang dihormati oleh puluhan juta warga Nahdhatul Ulama," ujar Arsul kepada wartawan, Sabtu (3/10/2020).

Arsul pun meminta kepada Polri untuk segera bergerak cepat bila ada kasus penghinaan terhadap ulama lainnya. Sebab bila Polri gagal merespons secara baik kasus-kasus unggahan yang bersifat menista atau menghina ulama atau tokoh agama, hal tersebut akan berpotensi menimbulkan reaksi di luar jalur hukum oleh kelompok masyarakat yang menjadi pengikut ulama atau tokoh agama.

"Sebagai partai Islam, PPP menyerukan kepada semua netizen atau orang yang memiliki akun di medsos agar tidak asal mengunggah foto, gambar visual dan komentar yang merendahkan martabat, menghina atau menista siapapun, terlebih-lebih lagi para tokoh agama ataupun tokoh bangsa. Harus berpikir dengan nalar sehat sebelum suatu postingan diunggah," tutur Arsul.

Anggota Komisi III ini menyadari, ada dilema oleh Polri untuk melakukan penindakan terhadap kasus seperti ini lantaran sering kali dikritisi sebagai pengekangan atau ancaman terhadap kebebasan berekspresi. Hanya saja, menurut Arsul, unggahan di ruang publik dapat dibedakan antara bentuk ekspresi yang merupakan kritik atau ketidaksetujuan terhadap kebijakan dan pendapat, dengan ekspresi yang melakukan penghinaan dan menista seseorang.

"Di sinilah memang kemudian Polri memerlukan kecermatan dalam merespon unggahan di ruang publik seperti media sosial," ucapnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Wasekjen PPP Achmad Baidowi. Ia memberikan apresiasi kepada Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo melalui jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber yang segera mengungkap kasus penghinaan kepada Ma'ruf Amin itu.

"Kami mengapresiasi langkah cepat polisi untuk kasus tersebut. Memang hal-hal yang di medsos perlu tindak tegas agar tidak menjadi kebiasaan meremehkan, mencaci, menghina melalui medsos," ucap Baidowi.

"Seharusnya bermedsos beretika dan digunakan untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat. Pelaku harus mempertanggungjawabkan tindakannya," tambah Anggota DPR ini.

Pelaku sudah menyampaikan permohonan maafnya serta meminta maaf. Hanya saja PPP menilai urusan hukum harus tetap berjalan.

"Soal maaf itu tidak menghilangkan pidana," tegas Baidowi.

Seperti diketahui, Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri menangkap Eks Ketua MUI tingkat kecamatan di Tanjungbalai, Sulaiman Marpaung yang merupakan pengunggah kolase foto Ma'ruf Amin dan Kakek Sugiono. Dia mengatakan, selama dalam perjalanan dari Tanjungbalai ke Jakarta, penyidik bersikap profesional.

Sulaiman bersyukur lantaran menilai polisi memperlakukannya dengan baik. Penangkapan ini dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi.

"Profesional. Saya dari pertama dijemput dikasih tahu bagus-bagus, saya ikut juga bagus-bagus. Saya tidak ada diborgol, bahkan perlakuan mereka kepada kami bagus. Mereka layani sebagaimana mestinya, saya salutlah," ungkap Sulaiman dalam wawancara eksklusif dengan detikcom di Bareskrim Polri, Jumat (2/10/2020) malam.

Sulaiman mengakui perbuatannya tersebut salah dan melanggar hukum. Bukan hanya kepada Wapres Ma'ruf, dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Nahdlatul Ulama (NU). Sambil menangis, bapak empat anak ini berharap tidak dipenjara.

Atas perbuatannya, Sulaiman ditetapkan sebagai tersangka. Dia disangkakan Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 27 ayat (3) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE. Sejumlah barang bukti disita polisi dalam penangkapan ini, yakni satu unit ponsel, akun Facebook, dan SIM card.

Kasus ini bermula ketika tangkapan layar berisi foto Ma'ruf disandingkan dengan gambar animasi wajah 'Kakek Sugiono' yang diunggah salah satu akun FB viral. Ada narasi 'Jangan kau jadikan dirimu seperti Ulama tetapi kenyataannya kau penjahat agama. Diusia Senja Banyaklah Berbenah untuk ketenangan di Alam Barzah. Selamat melaksanakan Ibadah Shalat Jumat' yang ditulis Sulaiman.

Tonton video 'Oknum MUI Unggah Kolase Ma'ruf-Kakek Sugiono, Pimpinan DPR: Yakin Ulama?':

[Gambas:Video 20detik]



(elz/bar)