Eksklusif

Menyesal, Pengunggah Foto Kolase Ma'ruf-'Kakek Sugiono' Apresiasi Polri

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2020 17:20 WIB
Sulaiman Marpaung Pengunggah Kolase Maruf-Kakek Sugiono
Sulaiman Marpaung, pengunggah kolase Ma'ruf-'Kakek Sugiono' (Satria/20detik)
Jakarta -

Eks Ketua MUI tingkat kecamatan di Tanjungbalai, Sulaiman Marpaung, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak kepolisian. Dia menyebut polisi telah membuat dia menyadari perbuatannya salah.

"Saya berterima kasih kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia. Dengan adanya (penangkapan) ini, saya menyadari apa yang saya lakukan, jadi pelajaran hidup ya," ucap Sulaiman dalam wawancara eksklusif dengan detikcom di Bareskrim Polri, Jumat (2/10/2020) malam.

Seperti diketahui, Sulaiman ditangkap karena mengunggah kolase foto Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan bintang porno Jepang Shigeo Tokuda alias Kakek Sugiono. Sulaiman menyebut sesungguhnya dia tak menyangka tim dari Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri bakal menangkap dirinya.

"Ya saya tidak sangka saya dijemput Polri. Saya pikir kasus saya ini masih di tingkat Polres Tanjungbalai," ujar dia.

Sulaiman mengaku selama dalam perjalanan dari Tanjungbalai ke Jakarta, penyidik bersikap profesional. Dia bersyukur lantaran menilai polisi memperlakukannya dengan baik.

Sulaiman Marpaung Pengunggah Kolase Ma'ruf-Kakek SugionoSulaiman Marpaung, pengunggah kolase foto Ma'ruf-'Kakek Sugiono' menangis menyesali perbuatannya (Satria/20detik)

"Profesional. Saya dari pertama dijemput dikasih tahu bagus-bagus, saya ikut juga bagus-bagus. Saya tidak ada diborgol, bahkan perlakuan mereka kepada kami bagus. Mereka layani sebagaimana mestinya, saya salutlah," tutur Sulaiman.

Sulaiman mengakui perbuatannya tersebut salah dan melanggar hukum. Bukan hanya kepada Wapres Ma'ruf, dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Nahdlatul Ulama (NU). Sambil menangis, bapak empat anak ini berharap tidak dipenjara.

"Harapan saya, saya mau dimaafkanlah. Artinya, saya mohon maaf terutama kepada Kiai Haji Ma'ruf Amin, saya memohon kepada beliau. Saya mohon juga kepada seluruh keluarga besar NU, saya mohon dimaafkan. Saya mohon maaf supaya saya... cemana saya pun tak tahu, supaya janganlah saya ini diapa, dihukum. Mohon maaflah saya sebesar-besarnya, apa pun saya lakukan. Karena saya juga orang NU, pencinta NU. Terutama kepada Kiai Haji Ma'ruf amin, kiai saya, Ketua MUI saya, tolonglah saya dimaafkan," pinta Sulaiman sambil menangis.

Sebelumnya, Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Sulaiman tanpa perlawanan di kediamannya di Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara. Penangkapan ini dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi.

Ketua MUI di Tanjungbalai yang hina Ma'ruf Amin (pembuat kolase Ma'ruf Amin-Kakek Sugiono)Eks Ketua MUI di Tanjungbalai yang mengunggah kolase foto Ma'ruf Amin-'Kakek Sugiono' di Facebook. (Foto: dok. Istimewa)

Atas perbuatannya, Sulaiman ditetapkan tersangka. Dia disangkakan Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 27 ayat (3) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE. Sejumlah barang bukti disita polisi dalam penangkapan ini, yakni satu unit ponsel, akun Facebook, dan SIM card.

Kasus ini bermula ketika tangkapan layar berisi foto Ma'ruf disandingkan dengan gambar animasi wajah 'Kakek Sugiono' yang diunggah salah satu akun FB viral. Ada narasi 'Jangan kau jadikan dirimu seperti Ulama tetapi kenyataannya kau penjahat agama. Diusia Senja Banyaklah Berbenah untuk ketenangan di Alam Barzah. Selamat melaksanakan Ibadah Shalat Jumat' yang ditulis Sulaiman.

Simak juga video 'Oknum MUI Unggah Kolase Ma'ruf-Kakek Sugiono, Pimpinan DPR: Yakin Ulama?':

[Gambas:Video 20detik]



(hri/hri)