Belanda Anugerahi Dalang Slamet Gundono Prince Claus Award
Senin, 16 Jan 2006 18:20 WIB
Jakarta -
Prestasi dalang Slamet Gundono yang konsisten pada kreasi wayang suket, diapresiasi pemerintahan Belanda. Dalang asal Tegal ini pun dianugerahi Prince Claus Award 2005.Slamet Gundono menerima penghargaan Prince Claus Award dalam sebuah upacara khusus di kediaman Duta Besar Dr. Nikolaos van Dam di Jakarta, Senin (16/1/2006).Slamet adalah seorang dalang kontemporer dan seniman multi-disipliner kelahiran 1966. Penghargaan Prince Claus diberikan kepada Slamet Gundono atas jasanya dalam mengembangkan seni tradisional dengan mengadaptasi idiom dan gaya modern. Slamet Gundono menunjukkan bahwa seni tradisional merupakan penggerak kuat bagi ekspresi kontemporer. "Slamet Gundono memperlihatkan vitalitas masyarakat marjinal, pedesaan dan demotis.," ungkap Kedubes Belanda di Jakarta dalam rilisnya pada detikcom. Selama bertahun-tahun, Prince Claus Fund memilih sejumlah tema yang berkaitan dengan budaya dan perkembangan. Tahun 2005, Prins Claus Fund memilih tema "Humor dan Satir". Di banyak negara, para penulis, musikus, pelawak dan kartunis memasukkan unsur humor dan satir dalam karya mereka untuk memberikan kritik dan pandangan mereka tentang kondisi dimana mereka tinggal. Menurut Panitia Prince Claus Awards, Slamet Gundono adalah seorang dalang yang interaktif yang memakai unsur humor dan satir dengan cara yang tidak konfrontal. Slamet Gundono mengeluarkan suara masyarakat marjinal dan populer di kalangan luas. Lewat karyanya, ia menyelidiki masalah-masalah sosial, seperti gender, eksploitasi, kefanatikan agama dan perusakan terhadap lingkungan. Tokoh-tokoh atau lembaga di Indonesia yang pernah menerima Prince Claus Award adalah: koreografer dan pembuat film Sardono Kusumo serta kritikus seni dan kurator Jim Supangkat pada tahun 1997, seniman Heri Dono asal Yogyakarta pada tahun 1998, penulis Ayu Utami pada tahun 2000, Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) di Yogyakarta pada tahun 2002 dan para penenun Biboki dari Timor Barat pada tahun 2003. Bpk. Goenawan Mohammad adalah anggota Panitia Prince Claus Awards.Sejak tahun 1997, Prince Claus Fund untuk Kebudayaan dan Perkembangan telah menyerahkan penghargaan tahunan Prins Claus Awards kepada seniman, pemikir dan lembaga budaya yang terutama tinggal di Afrika, Asia, Amerika Latin dan Karibea. Lewat Prince Claus Award, organisasi ini ingin memberikan penghargaan kepada para penerimanya atas karya dan pengabdian mereka di bidang sosial dan budaya. Kepada para penerima tahun 2005, penghargaan diberikan atas sumbangan karya mereka di bidang kartun, jurnalisme, teater, warisan budaya, tari dan seni rupa.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































