Rumah Diobok-obok Polisi, Bapak Usamah Sudah 3 Hari Hilang
Senin, 16 Jan 2006 17:40 WIB
Semarang - Pencarian terhadap anggota jaringan teroris masih berlanjut. Kali ini polisi menangkap bapak Usamah di Semarang.Puji Srimulyono (35), demikianlah nama pria yang memiliki anak bernama Usamah itu. Lelaki yang beralamat di Jl Sumur Adem RT 03/RW 01 Banget Ayu Kulon, Kec. Genuk, Semarang ini dikabarkan ditangkap atau menghilang sejak Sabtu (14/1/2006) malam. Ketua RT setempat, Safuan, menyatakan, pada Sabtu malam, tiga polisi mendatangi rumahnya untuk minta izin menggeledah rumah Puji. Setelah diizinkan, Safuan dilarang ikut. Karena itulah, dia tak tahu apa Puji ditangkap atau sudah menghilang sebelumnya."Yang jelas, setelah itu dia (Puji) sudah tidak kelihatan lagi," kata Safuan pendek. Istri Puji, Eli, dan kelima anaknya tak mau bicara ketika dikonfirmasi perihal menghilangnya kepala keluarga mereka.Sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (16/1/2006), Tim Olah TKP Polda Jateng dan Polsek Genuk menggeledah rumah Puji. Setelah memeriksa Eli, mereka membawa buku-buku Islam, jubah, dan surban sebagai barang bukti.Tak ada kejelasan soal keterkaitan Puji dengan jaringan teroris. Seperti biasa, polisi tak memberi keterangan pascapenangkapan. Hingga saat ini, keberadaan Puji juga belum diketahui. Puji tinggal bersama istri dan kelima anaknya. Kelima anaknya itu adalah Fatih, Fairos, Ismail, Usamah, dan Muslich Abas. Salah satu anaknya bersekolah di TK/SD Islam Terpadu Nurul Iman Banget Ayu tempat anak Wiwid bersekolah.Sementara itu, empat orang yang ditangkap Jum'at (13/1/2005) lalu, saat ini dikabarkan tengah menjalani pemeriksaan di Polda Bali. Penangkapan mereka didasarkan dari pengembangan kasus Bom Bali II. Sebagaimana diketahui, Wiwid, Anif Solchanudin, dan Cholili juga ditangkap di Semarang.
(nrl/)











































