Seperti Mahfud, Airlangga Juga Singgung DKI Tak Pilkada tapi Kasus Corona Naik

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2020 07:39 WIB
Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Screenshot/CNN Indonesia)
Jakarta -

Pemerintah tetap melanjutkan Pilkada 2020 dengan alasan Pilkada tidak terkait penambahan kasus Corona di daerah. DKI Jakarta dijadikan contoh.

Awalnya, Menko Polhukam Mahfud Md yang menyebut bahwa di DKI Jakarta tak ada Pilkada namun kasus Corona selalu juara. Hal yang sama disinggung pula oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan PEN.

Hal itu disampaikan Airlangga dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube PerekonomianRI, Jumat (2/10/2020). Airlangga mengatakan peningkatan kasus Corona tidak terkait dengan penyelenggaraan Pilkada 2020.

"Terkait dengan Pilkada, tadi disampaikan bahwa Pilkada ini tidak dalam tanda petik, peningkatan kasus ini tidak terkait dengan Pilkada. Karena beberapa daerah, termasuk DKI, itu tidak melakukan Pilkada namun angkanya ada merangkak, meningkat," kata Airlangga.

Menurut Airlangga, Pilkada tidak terkait langsung dengan kenaikan kasus Corona. Airlangga menyebut kenaikan kasus dipengaruhi kedisiplinan masyarakat.

"Sehingga tentu Pilkada ini tidak berkaitan langsung dengan kenaikan positive rate. Namun yang berkaitan langsung adalah kedisiplinan masyarakat," ujar Airlangga.

"Karena itu pemerintah terus mendorong operasi yustisi agar kedisiplinan masyarakat terus bisa dijaga dan juga terus dilakukan kampanye menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," lanjut dia.

Sebelumnya diberitakan, Menko Polhukam Mahfud Md. Mahfud berbicara tentang kaitan pilkada dan penularan COVID-19. Dia mengatakan ada penurunan jumlah daerah zona merah di wilayah yang menggelar Pilkada 2020.

"Berdasarkan data perkembangan zona tentang COVID, kan ada zona merah, oranye, kuning, hijau, itu menarik. Di daerah-daerah yang ada pilkada, di 309 daerah itu justru zona merah turun dari 45 menjadi 29," kata Mahfud dalam rapat analisa dan evaluasi pelaksanaan kampanye Pilkada Serentak 2020, di Kemendagri, Jakarta, Jumat (2/10).

Sementara itu, kata Mahfud, di kabupaten/kota yang tak menggelar pilkada justru ada peningkatan jumlah zona merah. Menurut Mahfud, dari yang semula ada 25 wilayah kini menjadi 33 kabupaten/kota dalam seminggu terakhir.

"Di DKI dan Aceh tidak ada pilkada, justru angka infeksi tinggi. Di Aceh naik, di DKI selalu jadi juara 1 tertinggi penularannya," ucap Mahfud.

Simak juga video 'Di Bawah Bayang-bayang Resesi':

[Gambas:Video 20detik]



(azr/imk)