Pimpinan KPK Ungkap Tantangan Pemberantasan Korupsi di Masa Pandemi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 23:38 WIB
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (tengah), Deputi Penindakan KPK Karyoto (kanan) dan Direktur Tipikor Bareskrim Mabes Polri Brigjen Djoko Poerwanto (kiri), memberikan keterangan pers seusai melaksanakan gelar perkara atau ekspose kasus Djoko Tjandra, di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Jumat (11/9/2020). Gelar perkara ini merupakan bagian koordinasi dan supervisi rencana pengambilalihan penanganan kasus suap Djoko Tjandra oleh KPK karena telah menyeret sejumlah petinggi instansi penegak hukum.
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (tengah) (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah pihak menilai pemberantasan korupsi saat ini tidak berjalan alias mandek. Hal itu disebabkan minimnya penindakan atau operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menegaskan KPK masih tetap memiliki semangat untuk memberantas korupsi di Indonesia. Meskipun tak segencar dulu, upaya penyadapan terhadap ratusan nomor tetap dilakukan KPK.

"Ada yang katakan upaya pemberantasan korupsi itu seolah-olah mandek karena dilihat dari upaya penindakan atau minimnya OTT. Saya kira kita ketahui, upaya penyadapan masih kami lakukan, ada ratusan nomor yang sudah kami lakukan (penyadapan)," kata Alex kepada wartawan, Jumat (2/10/2020).

Alex menambahkan upaya penindakan di KPK sedikit terhambat semenjak mewabahnya COVID-19. Situasi pandemi, lanjutnya, membuat kekuatan pegawai KPK yang bekerja di kantor berkurang.

"Tapi kekuatan SDM (sumber daya manusia) KPK sejak mewabahnya penyakit COVID praktis sekarang saja yang masuk 25 persen," ucap Alex.

Pembagian jadwal pegawai yang berkantor dan bekerja dari rumah berpengaruh terhadap kinerja penyadapan per harinya. Menurut dia, volume penyadapan tak bisa sebanyak saat situasi normal.