Sewa Atap Solar Cell Bisa Jaga Efisiensi Perusahaan Saat Pandemi

Content Promotion - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2020 08:05 WIB
Utomodeck
Foto: Utomodeck
Jakarta - Pandemi virus COVID-19 yang masih berkepanjangan tak ayal mempengaruhi aktivitas ekonomi, khususnya di sektor industri. Perusahaan dituntut untuk melaksanakan efisiensi agar dapat bertahan di tengah tantangan ketidakpastian yang tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga seluruh dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Arifin Tasrif juga kembali menekankan pentingnya peranan Energi Baru Terbarukan (EBT) terhadap sumber energi nasional. Pasalnya, Indonesia memiliki potensi EBT mencapai 400 Giga Watt (GW).

"Sangat penting bagi kami untuk mengatur sistem pemanfaatan energi. Kami melakukan langkah-langkah strategis dalam mengatur (pemanfaatan) energi ini," ujarnya dalam gelaran The 11th Clean Energy Ministerial Meeting (CEM11) and The 5th Mission Innovation (MI-5), Rabu (23/9/2020).

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan target 23% EBT dalam bauran energi Indonesia tahun 2025. Indonesia juga berkomitmen untuk mengurangi emisi hingga 29% pada 2030 dan 41% sesuai dengan skenario mitigasi. Oleh sebab itu, pandemi COVID-19 disebut dapat menjadi momentum bagi pengembangan EBT.

"Pandemi COVID-19 hendaknya dapat menjadi momentum bagi kita semua untuk mempromosikan energi bersih, energi terbarukan, dan efisiensi energi," kata Arifin.

Sebetulnya sudah banyak terobosan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia, salah satunya adalah regulasi PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Atap melalui Peraturan Menteri ESDM 49 Tahun 2018, memungkinkan untuk pemilik bangunan agar bisa memiliki Pembangkit Listrik Pribadi di atas bangunan yang mereka miliki dan mengirimkan kelebihan listrik yang dihasilkan melalui skema Net Metering kepada PLN.

Di Indonesia yang beriklim tropis dan memiliki posisi geografis yang tepat berada di khatulistiwa, tentunya sebuah anomali pembangkit listrik energi terbarukan jauh tertinggal dibanding negara lain, malah didominasi penggunaan bahan bakar fosil, khususnya batu bara yang dapat meningkatkan emisi karbon.

Keuntungan menggunakan PLTS Atap tidak hanya sebagai penghematan penggunaan listrik namun juga kepada aspek konservasi energi, yakni melalui aspek sekunder pemasangan PLTS Atap yakni penurunan suhu dan peningkatan aspek ketahanan akustik atap bangunan secara alamiah dengan adanya modul solar cell yang dipasang mahkota bangunan pengguna.

Dilihat dari manfaat dan keuntungan yang bisa didapatkan dengan memasang solar panel pada sektor residensial hingga industrial, tidak heran jika pemasangan solar panel ini mulai diminati. Investasi pemasangan pembangkit listrik tenaga surya pada atap khususnya, dinilai lebih ekonomis karena mampu menyentuh angka Rp 8 juta per kilowatt peak (kWp) dengan tingkat pengembalian modal atau lazim disebut payback period berkisar lima hingga tujuh tahun.

Masalahnya, di tengah kelesuan ekonomi akibat pandemi ini tidak banyak perusahaan yang siap berinvestasi, khususnya menggunakan pengeluaran investasi modal atau lazimnya disebut capital expediture (capex). Perusahaan lebih mengutamakan menjaga arus kas perusahaan tetap positif dengan mengelola cashflow perusahaan untuk pengeluaran rutin baik untuk menggaji pegawai dan kebutuhan operasional lain atau operational expenditure (opex).

UtomodeckUtomodeck Foto: Utomodeck

Salah satu penyedia jasa untuk desain, pemasangan maupun penggunaan dengan sistem sewa atap dan solar cell Utomo SolaRUV menyediakan alternatif solusi terhadap industri yang ingin memiliki dan menikmati penghematan PLTS Atap. Sebagai bagian dari Utomodeck Group yakni produsen atap nasional yang juga pemegang Guinness World Record untuk atap tanpa sambungan terpanjang di dunia, Utomo SolaRUV saat ini melayani klien pengguna atap dengan sistem sewa perangkat melalui 'zero investment scheme' atau sistem pembangunan PLTS Atap tanpa investasi dari konsumen.

"Para pengguna sistem kami adalah perusahaan-perusahaan yang lebih maju dan leaders of change di industrinya" ujar Anthony Utomo, Managing Director PT. Utomo Juragan Atap Surya Indonesia (UJASI) sebagai prinsipal Utomo SolaRUV.

"Tidak hanya saat ini adalah masa konsolidasi untuk efisiensi yang sangat penting bagi para pelaku industri tetapi juga peluang yang sangat baik untuk implementasi green movement karena ini adalah masa yang akan diingat sepanjang waktu oleh para stakeholders kita", tambahnya.

Utomo SolaRUV didukung oleh perusahaan induknya yakni Utomodeck yang juga produsen atap lebih dari 40 tahun dengan berbagai proyek nasional di Indonesia antara lain Istora Papua, MRT Jakarta, LRT Jakarta, Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin, Bandara Internasional Hasanuddin Makassar, dan lain lain.

"Memiliki atap dengan sistem yang bisa bertahan tanpa bocor dan perawatan mayor selama puluhan tahun adalah sesuatu yang menjadi syarat mutlak bagi pengguna untuk mendapatkan pengalaman terbaik dalam efisiensi energi, karena sistem atap surya kami akan menjadi milik pengguna setelah masa BOT (Build Operate Transfer) selesai," ujar Anthony.

"Sistem kami memberikan kemudahan sewa perangkat dengan pembayaran sesuai savings atau penghematan yang dinikmati pengguna yakni berkisar 5-15% dari biaya penggunaan listrik mereka setiap bulan, dan untuk beberapa lokasi juga termasuk pemasangan atap tanpa sambungan dan tanpa baut sehingga atap free of charge alias gratis sepanjang pelanggan berkomitmen sewa perangkat dengan kami di kurun waktu tertentu," tambahnya.

Meskipun sistem pembayarannya fleksibel dan tanpa investasi di depan ternyata Utomo SolaRUV memakai material yang dikategorikan tier-1 atau kelas satu di bidangnya.

"Memakai modul sel dengan kelompok tier-1 adalah sebuah keharusan bagi kami karena kualitas modul tidak hanya dari kualitas produknya tetapi juga dari bankability atau bonafiditas produsen selnya " ujar Chief Technology Officer Utomo SolaRUV Timoty Walsh.

"Selain modul atap surya kami juga mengembangkan dengan beberapa perusahaan aplikasi BIPV atau Building Integrated PV yakni solar sel dengan model genteng, pejalan kaki, kaca jendela dan sebagainya untuk memenuhi aspek arsitektural," tambahnya.

Jadi, pelaku industri, apa yang anda tunggu? segera gunakan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Atap di bangunan anda! Butuh informasi lebih lanjut mengenai Utomo SolaRUV? Kunjungi www.solaruv.co.id atau hubungi +62 819-0116-6000 / info@solaruv.co.id

(ads/ads)