Hari Batik Nasional, BNSP Ajak Pembatik Miliki Sertifikasi Kompetensi

Mega Putra Ratya - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 23:05 WIB
BNSP
Foto: BNSP-Ketua BNSP Kunjung Masehat (dua dari kiri) bersama mitra berbusana batik dalam satu kesempatan.
Jakarta -

Batik, beberapa tahun terakhir, menjadi busana pilihan ketika orang bekerja di kantor. Batik bukan lagi hanya dikenakan saat menghadiri resepsi pernikahan atau acara resmi lainnya. Hal itu tampak berlaku di Kantor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Batik menjadi sebuah kebanggaan untuk dikenakan para karyawan BNSP.

Batik kini juga bukan hanya milik orang-orang tua, di kalangan anak muda, kaum milenial, Batik juga menjadi tren yang dikenakan dengan berbagai model sesuai fashion di kalangan anak muda.

"Banyak juga anak muda yang kini menekuni profesi sebagai pembatik dan desainer batik. Kami mengajak para profesional muda ini untuk memiliki sertifikasi kompetensi batik. Sertifikasi kompetensi ini menjadi bukti bahwa sesorang ini kompeten di bidangnya," kata Ketua BNSP Kunjung Masehat, Jumat (2/10/2020).

Tentang sertifikasi kompetensi batik, BNSP telah memberikan akreditasi kepada Lembaga sertifikasi profesi (LSP) Balai Besar Kerajinan dan Batik yang selanjutnya disingkat LSP BBKB, adalah lembaga pelaksana kegiatan sertifikasi profesi yang dibentuk berdasarkan SK Ka. BBKB Nomor 037/I.KP.Kpts/Bd/BBKB/V/2018 dan Nomor 38/I.KP.Kpts/Bd/BBKB/V/2018.

LSP BBKB merupakan bagian dari badan hukum BBKB, sehingga dapat secara legal mempertanggungjawabkan kegiatan-kegiatan sertifikasinya. Lisensi LSP BBKB diberikan melalui proses akreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang menyatakan bahwa LSP bersangkutan telah memenuhi syarat untuk melakukan kegiatan sertifikasi profesi.

"LSP BBKB termasuk kategori pihak pertama (LSP-P1) yang melakukan sertifikasi kompetensi batik bagi pelanggan untuk memastikan dan memelihara kompetensi selama dalam proses pelatihan," kata Kunjung.

LSP-P1 BBKB secara konsisten telah memenuhi kompetensinya sesuai dengan "Pedoman BNSP 201 versi 2014, Pedoman BNSP 202 versi 2014 dan Pedoman BNSP 210 versi 2017" dan sudah mendapatkan lisensi dari BNSP dengan Nomor: BNSP-LSP-1485-ID berlaku hingga 7 Mei 2024.

BNSPBNSP Foto: BNSP

Tujuan dari LSP BBKB adalah mengembangkan dan mempertahankan kompetensi sumber daya manusia di bidang IKM batik yang mampu bersaing baik secara nasional maupun internasional. Untuk mencapai hal tersebut, maka LSP BBKB memberikan pelayanan yang profesional.

Batik menjadi sebuah kebanggaan bangsa Indonesia yang harus didukung oleh setiap warganya. Negara telah menetapkan bahwa tanggal 2 Oktober 2020 diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Asal mula ditetapkannya Hari Batik pada 2 Oktober adalah berdasar pada penetapan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada tanggal 2 Oktober 2009 PBB melalui organisasinya untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO), menetapkan batik menjadi warisan budaya dunia dari Indonesia. UNESCO menegaskan batik adalah warisan kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity).

Momentum bersejarah itu dijadikan pemerintah Indonesia untuk menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Sejak 2009 hingga 2020, atau telah berlangsung selama 11 tahun.

"Kami bangga karena Batik telah diakui dunia dan bangga mengenakannya sebagai bentuk rasa cinta pada produk sendiri. Selamat Hari Batik," ucap Kunjung.

(ega/mpr)