Laduni, Kitab Suci Penganut Sekte Salat Bersiul
Senin, 16 Jan 2006 17:17 WIB
Makassar - Tak berbeda dengan ajaran agama lainnya, Sumardi (60), penyebar salat sambil bersiul di Polewali, Sulawesi Barat (Sulbar),juga mengaku punya kitab suci. Namanya kitab Laduni. Dari informasi yang dihimpun detikcom, Sumardi yakin kalau kitab Laduni membawa kebenaran sejati. Di dalam kitab ini berisikan bahwa wahyu berasal dari Rabbuka. "Rabbuka itu nama Tuhan yang biasa mendatangi saya. Kalau Allah itu, ya Tuhan itu sendiri. Tapi namanya Rabbuka," tutur Sumardi ketika ditemui wartawan. Kitab Laduni mempunyai ketebalan 400 halaman. Kitab ini sebagian besar bersampul kuning. Di dalamnya berisi huruf Aab dan bercampur dengan huruf latin yang memakai bahasa Indonesia. Kitab itu ditulis tangan. Di beberapa halamannya tampak gambar-gambar kepala yang diyakini sebagai wali sekte keselamatan yang diajarkan Sumardi. Kitab ini tersebar pada pengikut Sumardi dengan cara difotokopi. Naskah aslinya dimiliki oleh Sumardi. Puasa Boleh Makan Minum Selain salat sambil bersiul, ada lagi ajaran Sumardi. Pria berjenggot lebat ini mengajarkan puasa namun tetap dibolehkan untuk makan dan minum. Alasannya, zat Allah tidak akan rusak hanya dengan makan dan minum karena Allah itu kekal dan abadi. Demikian halnya dengan berhubungan badan suami istri pada siang hari di bulan Ramadan. Dalam ajaran keselamatan Sumardi, hal ini juga diizinkan.
(nrl/)











































