500 Unggas di Siak-Riau Terserang Flu Burung
Senin, 16 Jan 2006 17:08 WIB
Pekanbaru - Dalam sebulan terakhir lebih dari 500 unggas mati mendadak di Kabupaten Siak, Riau. Dipastikan kematian ternak itu karena terserang flu burung.Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Riau, Marzuki Husein ditemui detikcom di kediamannya Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Senin (16/01/2006)."Kepastian wabah flu burung itu merupakan hasil tes uji laboratorium di Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Regional II Bukit Tinggi," kata Marzuki.Unggas yang diuji laboartorium itu, diambil dari banyaknya unggas yang mati di dua kecamatan yakni Kecamatan Siak dan Kecamatan Dayun. Dari dua kecamatan sebagai endemik flu burung itu, diperkirakan lebih 4.000 ekor unggas terdapat di Siak. Unggas dari Riau itu dikirim ke lab Bukit Tinggi pada 20 Desember 2005 lalu.Dinas Peternakan Provinsi Riau menerima hasil uji penyidikan dari Bukit Tinggi pada 13 Januari 2006. Hasilnya, dari 19 unggas yang terdiri dari ayam kampung, ayam buras, ayam boiler, itik dan babi, dipastikan enam ekor di antaranya terserang flu burung. "Kita sudah menyurati Bupati Siak serta jajarannya untuk mendata semua jenis unggas yang ada di Siak. Itu untuk bisa mendata jumlah unggas serta bisa memberikan vaksin terhadap unggas," kata Marzuki. Guna mengantisipasi penyebaran flu burung, Dinas Peternakan Provinsi Riau dua hari kedepan akan melakukan mamatikan ungas (depolusi) secara serentak. Selain itu akan menyemprotkan vaksin ke sejumlah kandang-kandang unggas milik masyarakat. Dalam depolusi itu, Marzuki menjamin pemerintah pusat melalui dana APBN akan memberikan ganti rugi kepada pemilik unggas. Menurutnya, untuk jenis ayam, pemerintah akan mengganti Rp 750 per ekor. Sedangkan untuk burung akan diberi ganti rugi Rp 3.500 per ekor. "Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan pemusnahan unggasnya. Sebab, pemerintah lewat dana APBN akan langsung memberikan ganti rugi sesuai dengan jumlah unggasnya. Hanya saja diperlukan kesabaran masyarakat untuk menunggu dana ganti rugi tersebut," kata Marzuki.
(iy/)











































