Rapat Bamus Soal Hak Angket Impor Beras Batal Digelar
Senin, 16 Jan 2006 17:05 WIB
Jakarta - Rapat Bamus DPR RI yang mengagendakan pembahasan hak angket impor beras batal digelar. Penyebabnya dari 55 anggota Bamus, hanya hadir 17 anggota.Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif, Senin (16/1/2006) sempat diskors selama dua kali masing-masing 30 menit dan 10 menit.Fraksi yang sama sekali tidak mengirimkan anggota adalah Fraksi PBR, Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi, Fraksi Partai Damai Sejahtera, Fraksi Partai Demokrat, dan Fraksi Partai Golkar.Akibat tidak memenuhi kuorum, maka rapat Bamus itu pun tidak bisa dilanjutkan. Agenda rapat hari ini baru akan dibahas kembali dalam rapat Bamus pada Kamis 19 Januari mendatang.Sejumlah anggota DPR yang menghadiri rapat Bamus sempat menggelar pertemuan tertutup selama 30 menit.Wakil dari Fraksi PDIP Panda Nababan meminta masyarakat menilai partai mana yang sengaja menjegal hak angket ini lolos ke rapat paripurna. "Sebenarnya hak angket ini kan bukan barang yang gawat sehingga tidak perlu ditakuti," ujarnya.Menurut dia, rapat yang digelar kali ini juga sudah memenuhi tata tertib, karena undangan rapat sudah dikirim dua hari sebelum pelaksanaan rapat. "Jadi kalau memang niatnya menggagalkan tentu ini akan menjadi alasan mereka bahwa undangan harus dikirim selambat-lambatnya dua hari kerja," tuturnya.Sementara salah satu penggagas hak angket, Hasto Kristianto, mengaku kecewa dengan batalnya rapat Bamus ini. "Harusnya ini bukan persoalan kuorum atau tidak kuorum, tapi kita justru tidak ingin DPR di fit accompli ketika beras impor sudah masuk," ujar dia. Salah satu anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Darul Siska, di tempat terpisah, menilai rapat Bamus hari ini ilegal. Sebab tidak memenuhi aturan tata tertib bahwa undangan harus dikirim pada dua hari kerja sebelumnya."Jadi kita belum membicarakan substansi, tapi semata-mata masalah prosedural bahwa DPR harus berjalan sesuai tata tertib yang dibuat," jelasnya.Saat sejumlah anggota DPR akan menggelar Bamus di luar ruangan, sekitar 7 orang anggota KAMMI Jakarta menggelar demo. Mereka meminta DPR menolak tegas kebijakan impor beras pemerintah. Demo itu hanya berlangsug sekitar 15 menit.Rapat Bamus di luar ruangan ini juga hanya dihadiri 19 dari 108 anggota dewan yang menandatangani usulan hak angket.
(san/)











































