Pencalonan KSAU Sekadar Jembatan Naiknya KSAD
Senin, 16 Jan 2006 17:00 WIB
Jakarta - Sebagai partai pemerintah, Partai Golkar mendukung sepenuhnya pencalonan KSAU Marsekal Djoko Soeyanto sebagai Panglima TNI."Fraksi Partai Golkar sudah diarahkan untuk menyukseskan pencalonann tersebut. Namun yang menentukan lolos dan tidaknya adalah Komisi I DPR, bukan Partai Golkar," kata anggota FPG Yuddy Chrisnadi kepada detikcom, Senin (16/1/2006).Menurut Yuddy, tampaknya tidak ada alasan bagi FPG di Komisi I untuk menolak yang bersangkutan. "Hanya saya menyayangkan sikap SBY yang terlalu lama proses regenerasi kepemimpinan puncak TNI. Sesuai UU nomor 34, tidak ada keharusan DPR untuk menerima usul presiden. Yuddy juga menilai, pengajuan KSAU dapat diartikan bahwa SBY tidak menghendaki Ryamizard Ryacudu menjadi Panglima TNI. Ini dapat dilihat dengan berlarut-larutnya proses tersebut lebih dari 1 tahun hingga Ryamizard bebapa minggu lagi pensiun.Yuddy mensyaratkan calon Panglima TNI yang diajukan memang sebaiknya mereka yang masih memiliki masa dinas aktif relatif panjang, sehingga tidak banyak pilihan tinggal KSAU dan KSAD."Saya yakin pencalonan KSAU sekadar jembatan naiknya KSAD menjelang akhir periode pemerintahan SBY. Tentunya mudah dibaca bahwa SBY memiliki agenda terhadap penataan TNI," kata dia.
(jon/)











































