Kapolda NTT Perintahkan Anggota Tangkap Perusak Alam Labuan Bajo

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 18:07 WIB
Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif mendampingi Presiden Jokowi kunjungan ke Labuan Bajo, Manggarai Barat (Dok Istimewa)
Foto: Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif mendampingi Presiden Jokowi kunjungan ke Labuan Bajo, Manggarai Barat (Dok Istimewa)
Jakarta -

Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Lotharia Latif memerintahkan anggota menangkap perusak alam Labuan Bajo. Selain sebagai penjaga keamanan, Latif juga meminta personel kepolisian di Labuan Bajo aktif mengawasi perilaku pengusaha serta wisatawan agar tak merusak keindahan alam.

"Saya sudah mengingatkan anggota, untuk kapal-kapal pesiar, kapal wisata di sana jaga kebersihan laut dan keindahannya. Tak hanya laut yang harus dijaga, tetapi bukit-bukit yang menjadi primadona wisata, padang savana juga harus dijaga. Ini betul-betul saya peringatkan," kata Latif dalam keterangannya, Jumat (2/10/2020).

Latif mengingatkan ancaman yang dapat merusak alam Labuan Bajo seperti membuang limbah ke laut yang menimbulkan pencemaran. Serta membuang puntung rokok dan menyalakan api unggun sembarangan di padang savana yang mengakibatkan kebakaran lahan.

"Karena pasti akan saya tindak tegas perusak alam ini. Bagi yang lalai, akan mendapat sanksi," ujar Latif.

Latif menjelaskan, berdasarkan analisa, kebutuhan personel polisi di Labuan Bajo masih kurang. Idealnya, dibutuhkan 500 personel, namun saat ini baru ada 350 personel kepolisian. Untuk diketahui, Labuan Bajo masuk dalam wilayah hukum Polres Manggarai Barat.

"Personel dan peralatan-peralatan khusus untuk pengamanan Labuan Bajo sebagai wisata superpremium segera diwujudkan. Personel Polri di sana baru 350 orang, jumlah ideal 500 orang dan peralatan-peralatan masih sangat terbatas," jelas Latif.

Meski demikian, Latif telah menyiapkan 4 kapal polisi di sana untuk menjaga perairan. Pengamanan di laut Labuan Bajo, menurut Latif, mendesak untuk menyukseskan program Presiden Jokowi mengembangkan potensi wisata alam di sana.

"Termasuk pengamanan perairannya sangat mendesak untuk disiapkan. Saya sudah tempatkan empat kapal C2 di sana. Rasa aman dan nyaman itu kunci utama dalam pariwisata tingkat dunia, tandasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2